Selasa, 04 Sep 2018 10:12 WIB

China Dituding Pakai LinkedIn untuk Rekrut Mata-mata

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: ilustrasi Foto: ilustrasi
Jakarta - Di banyak film Hollywood, perekrutan mata-mata sering digambarkan dilakukan melalui pertemuan rahasia. Namun kini, perekrutan itu bisa dilakukan lewat situs yang memposting lowongan pekerjaan seperti LinkedIn.

Adalah William Evanina, Chief UN National Counterintelligence and Security Center (NCSC) yang menyebut adanya aksi perekrutan mata-mata melalui LinkedIn yang sangat agresif oleh pemerintah China. Pemerintah China disebut menggunakan akun palsu untuk membanjiri akun pekerja pemerintah AS dengan pesan perekrutan.

Disebut sangat agresif, karena akun-akun palsu itu menghubungi ribuan pengguna LinkedIn dalam waktu yang sama. Namun sayangnya, Evanina tak mengungkap seberapa banyak akun palsu yang sudah ditemukan oleh timnya, dan seberapa sukses kampanye itu dalam merekrut mata-mata.


Pemerintah Inggris dan Jerman sebelumnya sudah pernah memperingatkan warganya mengenai kampanye semacam ini. Namun ini adalah pertama kalinya pemerintah Amerika Serikat mendiskusikan masalah ini secara publik.

Evanina tak mengungkap seberapa besar masalah ini, seperti jumlah akun palsu yang ada dan seberapa sukses kampanye perekrutan ini. Namun tetap saja ia menganggap ini adalah masalah yang penting, dan menyarankan LinkedIn meniru langkah Twitter dalam memberangus akun-akun palsu tersebut.

"Baru-baru ini saya melihat kalau Twitter menghapus, aku tak tahu, mungkin jutaan akun palsu, dan permintaan kami adalah mungkin LinkedIn bisa ikut melakukan itu," ujar Evanina, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (4/9/2018). (asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed