Rabu, 01 Agu 2018 21:54 WIB

Upaya Digitaraya Lahirkan Pimpinan Startup Perempuan

Virgina Maulita Putri - detikInet
Ilustrasi suasana kerja startup. Foto: Agung Pambudhy Ilustrasi suasana kerja startup. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Pesatnya pertumbuhan startup di Indonesia, belum diimbangi dengan sosok pemimpin perempuan dibalik didirikannya perusahaan rintisan tersebut. Hal itu yang ingin diatasi oleh Digitaraya sebagai akselerator startup.

Berdasarkan laporan dari ANGIN dan Sasakawa Peace Foundation, seluruh startup yang jadi partisipan inkubator dan akselerator di Indonesia, tercatat hanya 22% yang dipimpin oleh perempuan.

Kondisi tersebut tidak berubah saat Digitaraya mengumumkan program bimbingan untuk delapan startup lokal, di mana hanya satu dari delapan startup tersebut yang dinahkodai oleh perempuan.



"Saya berharap ada lebih banyak startup yang dipimpin perempuan di Indonesia," kata Vice President Strategy Digitaraya Nicole Yap kepada detikINET di Menara by KIBAR, Jakarta, Rabu (1/8/2018).

"Secara pribadi saya ingin melihat lebih banyak pendiri wanita, tapi kenyataannya tidak banyak pendiri wanita dibanding pendiri pria," lanjutnya.

Mengenai persoalan ini, Nicole melihat bahwa hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya budaya startup yang lebih menantang untuk perempuan dibandingakan dengan bidang lainnya.

"Cukup sulit untuk jadi pendiri perempuan. Kalian harus menyeimbangkan keluarga dan pekerjaan. Dan, ada ekspektasi yang berbeda untuk perempuan," jelas Nichole.

CEO Reblood Leonika Sari.CEO Reblood Leonika Sari. Foto: Hasan Alhabshy


Satu-satunya pendiri perempuan yang mengikuti program ini adalah Leonika Sari dari Reblood, sebuah perusahaan rintisan digital yang melayani informasi donor darah. Untuk itu, Nichole ingin menjadikan Leonika sebagai contoh bahwa perempuan bisa menjadi pendiri startup yang sukses.

"Kami cukup beruntung memiliki Leonika sebagai pendiri perempuan dan panutan yang hebat untuk menjadi contoh bagi perempuan di masa depan untuk yakin bahwa mereka bisa menjadi pendiri perempuan yang sukses," tuturnya.

"Harapannya, ini akan mendorong lebih banyak perempuan untuk mendirikan startup dan mendaftar di program kami berikutnya," lanjut Nichole.



Untuk merealiasikan keinginan itu, nantinya, Digitaraya akan lebih proaktif dalam mencari startup yang dipimpin perempuan untuk mengikuti programnya.

"Kita yakin sebetulnya banyak perempuan-perempuan founder yang bisa tapi mungkin mereka masih takut-takut untuk apply," kata Head of Startup Relations, Alyssa Maharani.

"Ke depannya kita ingin lebih reach out lagi ke founder-founder perempuan. Memberikan mereka encouragement, memberikan mereka motivasi supaya mereka mau masuk ke acara ini," tutup Alyssa. (agt/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed