Rabu, 01 Agu 2018 19:06 WIB

Ini Penyebab Banyak Startup Lokal Gagal

Virgina Maulita Putri - detikInet
Para pendiri startup lokal yang ikut Google Developers Launchpad. Foto: detikINET/Virgina Maulita Putri Para pendiri startup lokal yang ikut Google Developers Launchpad. Foto: detikINET/Virgina Maulita Putri
Jakarta - Perkembangan startup di Indonesia tumbuh semakin pesat setiap tahunnya. Banyak startup lokal yang terlihat menjanjikan, namun gagal mengembangkan bisnisnya.

"Kenyataan yang kita lihat di Indonesia adalah kita kekurangan startup yang ada di titik product-market fit," kata Head of Startup Relations Digitaraya, Alyssa Maharani di Menara by KIBAR, Jakarta, Rabu (1/8/2018).

"Tetapi kematian startup terbesar di Indonesia terjadi dari titik prototipe ke titik product-market fit," lanjutnya.

Untuk mengatasi kesenjangan yang semakin besar antara startup besar dan startup kecil di Indonesia, Digitaraya pun menggandeng Google Developers Launchpad mengadakan serangkaian program untuk membimbing delapan startup terpilih.


Delapan startup ini berfokus pada enam sektor yang berbeda, seperti Arkademy dan KiniBisa yang fokus pada pendidikan, Reblood dan Rilif yang fokus pada kesehatan, Gelora yang fokus pada olahraga, dan Expedito yang fokus pada logistik.

Dalam tiga bulan, startup-startup ini akan mempelajari berbagai hal yang membantu startup mereka untuk terus berkembang, antara lain bagaimana mempercepat pengembangan produk, menentukan model bisnis, manajemen skill, dan masih banyak lagi.

Alyssa pun mengidentifikasi bahwa startup paling membutuhkan mentorship dan koneksi. Untuk itu, bimbingan dari mentor merupakan salah satu bagian yang penting dari program ini.

"65% dari startup gagal karena alasan tim. Dari situ kita mengetahui bahwa startup harus diberikan bimbingan," jelas Alyssa.


"Mereka tahu bagaimana membangun produk tapi mungkin mereka tidak tahu bagaimana menjadi CEO dari perusahaan yang besar," lanjut Alyssa.

Dengan dukungan Google, delapan startup ini akan mendapatkan kesempatan mendapatkan bimbingan dari mentor internasional yang berasal dari Amerika Serikat, Australia, dan Meksiko.

"Mentor-mentor kami akan bertemu dengan startup-startup, akan mengadakan wawancara dan ada sesi feedback untuk startup-nya," ucap Alyssa. (jsn/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed