Selasa, 31 Jul 2018 23:02 WIB

Bersih-bersih, Twitter Rekrut Peneliti

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Irna Prihandini/detikINET Foto: Irna Prihandini/detikINET
Jakarta - Sebagai upaya lanjutan membuat platformnya lebih nyaman digunakan, Twitter merekrut beberapa akademisi. Mereka bertugas meneliti percakapan sehat sehingga Twitter lebih 'bersih'.

Peneliti yang ditunjuk Twitter telah membentuk dua kelompok yang akan meneliti masalah yang dihadapi Twitter. Kelompok pertama akan dipimpin oleh dosen ilmu politik Leiden University Dr. Rebekah Tromble, yang akan mempelajari echo chamber, uncivil discourse dan intoleransi.



Kelompok ini diharapkan dapat mengembangkan dua metrik, yaitu bagaimana komunitas terbentuk dari diskusi politik di Twitter dan tantangan yang mungkin muncul ketika diskusi tersebut berkembang.

Kelompok kedua terdiri dari peneliti yang berasal dari University of Oxford dan University of Amsterdam. Kelompok ini akan mempelajari bagaimana orang-orang menggunakan Twitter dan bagaimana paparan terhadap berbagai perspektif dapat mengurangi prasangka dan diskriminasi.

"Sebuah pembaruan. Kami telah memilih dua mitra dari 230 ide yang dimasukkan. Tujuan pertama kami adalah mengukur 'kesehatan' percakapan publik. Pengukuran itu akan terbuka dan ditentukan oleh pihak ketiga (bukan oleh kami)," kata CEO Twitter Jack Dorsey melalui akun Twitternya, seperti dikutip detikINET, Selasa (31/7/2018).



Dorsey juga mengumumkan bahwa Twitter akan lebih transparan dengan menjelaskan cara kerja solusi terbarunya kepada publik.

"Kami juga berpikir banyak tentang cara membuka solusi atau algoritma kami sehingga orang-orang dapat melihat dan menjelaskan cara kerjanya. Itu tidak akan mudah, tapi dapat dilakukan," jelasnya.

Sebelumnya, Twitter telah mengumumkan beberapa langkah untuk mengurangi percakapan tidak sehat.


Tonton juga video: 'Basmi Cyberbullying, Twitter Membeli Smyte'

(rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed