Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Stok Steam Deck Ludes, Krisis Memori Jadi Biang Keroknya

Stok Steam Deck Ludes, Krisis Memori Jadi Biang Keroknya


Virgina Maulita Putri - detikInet

Steam Deck
Foto: dok Valve
Jakarta -

Valve belum lama ini mengakui krisis memori memaksa mereka mengundur peluncuran konsol Steam Machine. Krisis yang terus berlanjut ini juga berdampak pada konsol genggam andalan mereka, Steam Deck.

Menurut laporan GSM Arena, stok Steam Deck dalam beberapa konfigurasi kosong. Steam Deck LCD 256GB, serta Steam Deck OLED varian 512GB dan 1TB sudah habis terjual di website Steam di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat dan Kanada.

Tidak hanya di Amerika Utara, stok Steam Deck juga menipis di Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, dan Taiwan. Di sisi lain, website Steam di Eropa masih memiliki stok Steam Deck dengan dua opsi penyimpanan masih tersedia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Steam Deck LCD sudah berhenti diproduksi sejak Desember 2025 dan Valve sedang menjual sisa stok yang ada, sehingga tidak mengejutkan kalau model ini sudah habis terjual.

Namun, versi OLED merupakan model Steam Deck terbaru (dan satu-satunya saat ini), jadi agak heran kenapa stoknya bisa kosong di banyak negara.

ADVERTISEMENT

Valve belum buka suara soal penyebab kosongnya stok Steam Deck, tapi salah satu dugaan penyebabnya adalah krisis memori yang terus berlanjut. Volume pasokan memori yang dimiliki Valve mungkin tidak sebesar produsen hardware lainnya, sehingga mereka lebih rawan terhadap kelangkaan memori.

Kabar habisnya stok Steam Deck muncul seminggu setelah Valve mengumumkan penundaan peluncuran Steam Machine, Steam Controller, dan Steam Frame karena kelangkaan memori dan storage.

Saat Valve mengumumkan kehadiran Steam Machine dan perangkat lainnya pada November lalu, mereka tidak menyebutkan harga dan tanggal ketersediaannya, mungkin karena tarif dan akses ke RAM membuat detail tersebut masih belum pasti.

Lonjakan harga RAM memaksa produsen PC untuk menyesuaikan harga perangkatnya. Sejumlah analis melaporkan harga memori seperti DRAM, NAND, dan HBM naik 80-90% pada kuartal pertama tahun 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya.




(vmp/rns)




Hide Ads