Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Valve Digugat Rp 15 Triliun, Harga Game Steam Dinilai Tak Adil

Valve Digugat Rp 15 Triliun, Harga Game Steam Dinilai Tak Adil


Panji Saputro - detikInet

Kini, Valve harus mempersiapkan dirinya untuk menghadapi gugatan senilai USD 900 juta atau sekitar Rp 15 triliun di Inggris. Gugatan menyasar kepada masalah harga jual game di Steam yang dinilai tidak adil.
Valve. Foto: Valve
Jakarta -

Kini, Valve harus mempersiapkan dirinya untuk menghadapi gugatan senilai USD 900 juta atau sekitar Rp 15 triliun di Inggris. Gugatan menyasar kepada masalah harga jual game di Steam yang dinilai tidak adil.

Keputusan tersebut dibuat oleh Pengadilan Banding Persaingan Usaha, yang menolak upaya Valve untuk memblokir perkara ini agar tidak berlanjut. Tuntutannya menuduh Valve menyalahgunakan posisinya yang begitu dominan di pasar game PC.

Gugatan ini diajukan oleh aktivis hak digital, Vicki Shotbolt, pada 2024 atas nama 14 juta pengguna Steam di Inggris. Jadi gugatan ini disebut sebagai class action, yang berarti satu orang mengajukan perkaranya ke pengadilan atas nama sekelompok orang. Jika dirinya memenangkan tuntutan ini, maka seluruh nama tersebut berpotensi mendapatkan kompensasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskan kalau Valve memberlakukan sebuah aturan untuk membatasi para penerbit game dan mengunci pemain untuk tetap menggunakan Steam, platform jual-beli game PC yang sangat populer di dunia. Jadi penerbit diminta ikut persyaratan berisi larangan merilis game lebih awal dan menjualnya dengan harga murah di platform pesaing, dilansir BBC, Sabtu (31/1/2026).

Klaim tersebut juga mewajibkan pengguna memboyong semua konten tambahan di Steam, bila mereka sudah membeli game awalnya platform ini. Hal itu dinilai sebagai bentuk mengunci pemain untuk terus melakukan pembelian di Steam.

ADVERTISEMENT

Menurut Shotbolt, hal ini memungkinkan Steam untuk mengenakan komisi yang berlebihan hingga 30%, sehingga konsumen di Inggris membayar terlalu mahal untuk membeli game PC dan konten tambahan.

Gugatan ini didukung oleh firma hukum Milberg London LLP, yang menangani kasus gugatan kelompok terhadap perusahaan-perusahaan besar. Tuntutan konsumen terpisah, yang diajukan pada Agustus 2024, telah diajukan terhadap Valve di AS.

Valve yang telah dihubungi untuk dimintai komentar, berpendapat bahwa kasus tersebut seharusnya tidak disahkan untuk dilanjutkan ke persidangan.




(hps/fay)






Hide Ads