Senin, 23 Jul 2018 11:50 WIB

Ini Kenyataan di Balik Gemerlap Hidup Selebgram

Annisa Shafira - detikInet
Savina Chai. Foto: Instagram Savina Chai. Foto: Instagram
Jakarta - Coba kunjungi akun Instagram Savina Chai, selebgram papan atas Singapura. Anda mungkin akan terkesima, atau bisa jadi merasa iri.

Walaupun umurnya masih 24 tahun, Savina telah aktif di media sosial semenjak umurnya 18 tahun, dan telah berkolaborasi dengan desainer-desainer ternama Prancis seperti Chanel dan Louis Vuitton

Dari foto-foto yang diunggahnya di Instagram, dapat dilihat bahwa kehidupan sehari-harinya tak jauh dari berpose dengan baju-baju mewah, makan di restoran yang mahal dan fotojenik, dan menginap di berbagai hotel berbintang lima. Namun menurut Savina, semua itu hanyalah ilusi



"Memang banyak keuntungan yang datang dengan menjadi seorang Influencer, namun semua itu didapatkan dari kerja keras, dedikasi dan kegigihan. Kami memang harus berpergian degan mewah karena klien yang menanggung biaya perjalanan kami adalah merek-merek mewah yang meng-endorse kami untuk mempromosikan gaya hidup seperti ini," ungkap Savina seperti yang detikINET kutip dari Channel News Asia Senin, (23/7/2018)

Tanggung jawab yang harus ia emban saat perjalanan terakhirnya, contohnya, sangat jauh dari apa yang dipikirkan oleh kebanyakan orang.

Perjuangan di Balik Gemerlap Hidup SelebgramSavina Chai. Foto: Instagram


"Setelah pesawat mendarat, kami harus buru-buru memeriksa ponsel kami dan membalas email-email dari klien. Kami harus selalu bekerja walau dalam perjalanan. Tidak ada waktu untuk mandi. Kami hanya sempat memakai make-up, berganti baju lalu bergegas mengikuti agenda perjalanan," papar Savina.

"Kadang agenda perjalanan yang telah dibuat baru selesai pada saat larut, seperti jam sembilan atau sepuluh malam. Tapi kami harus sudah bangun lagi jam tiga pagi ke tempat selanjutnya untuk mengambil foto saat matahari terbit, karena cahaya memang bagus saat itu, dan juga untuk menghindari turis lain agar tidak muncul di latar belakang foto kami," lanjutnya.

Savina menjadikan selebriti Kim Kardashian sebagai panutannya. Menurutnya Kim Kardashian dapat memiliki pengaruh yang besar terhadap pengikutnya karena ia sangat terbuka kepada para penggemarnya.



"Kim Kardashian seringkali menggunakan Twitter untuk berbincang dengan fans-nya sehingga mereka merasa bahwa Kim adalah teman mereka. Karenanya para penggemar akan berfikir ia teman saya, saya akan mendukungnya," tutur Savina.

Namun, belum dapat dipastikan apakah strategi semacam itu dapat secara efektif diterapkan di Asia, di mana budaya di wilayah ini sangat beragam. (fyk/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed