Jumat, 20 Jul 2018 13:27 WIB

Puluhan Orang Tewas, WhatsApp Batasi Pesan Berantai

Josina - detikInet
WhatsApp. (Foto: Adi Fida Rahman/detikINET) WhatsApp. (Foto: Adi Fida Rahman/detikINET)
Jakarta - Kasus provokasi dan hoax di India melalui platfrom WhatsApp membuat anak perusahaan milik Facebook ini terus membenahi aplikasinya. Pasalnya, imbas dari pesan berantai yang dikirimkan lewat WhatsApp puluhan orang tewas.

Melalui blog resminya, WhatsApp memberikan pengumuman akan melakukan sebuah pengujian untuk membatasi jumlah pesan terusan di WhatsApp. Hal ini karena penggunaan pesan terusan di India lebih banyak ketimbang di negara lain.

"Hari ini, kami meluncurkan uji untuk membatasi pesan terusan yang akan berlaku untuk semua pengguna WhatsApp. Di India, pengguna meneruskan pesan, foto dan video lebih banyak dibandingkan di negara lain di dunia," tulis WhatsApp.


Tips Hindari Kartu SIM Agar Tak Dikloning, tonton videonya di sini:

[Gambas:Video 20detik]



Pengujian tersebut akan membatasi maksimal lima obrolan untuk dikirimi pesan terusan dan juga akan mengahapus tombol 'Quick Forward' sementara untuk di global WhatsApp akan membatasi hingga 20 obrolan.

Dikutip detikINET dari Washington Post, Jumat (20/7/2018) Langkah ini merupakan salah satu perubahan besar yang dilakukan WhatsApp yang saat ini memiliki pengguna lebih dari 1,5 miliar di dunia untuk menghindari berita-berita hoax dan kepentingan politik.


"Kami percaya bahwa perubahan ini akan terus kami evaluasi dan membantu menjaga WhatsApp seperti apa yang dirancang untuk menjadi aplikasi perpesanan pribadi," tambahnya.

Sebelumnya pemerintahan India telah memperingatkan WhatApp untuk memberikan solusi yang lebih efektif untuk menghentikan kekerasan massa yang terjadi saat ini. (jsn/rou)