Jumat, 22 Jun 2018 13:20 WIB

Aplikasi Teman Kencan Laku Keras Saat Piala Dunia 2018

Virgina Maulita Putri - detikInet
Ilustrasi Tinder. Foto: Reuters/Mike Blake Ilustrasi Tinder. Foto: Reuters/Mike Blake
Moskow - Operator seluler Rusia menemukan fakta menarik terkait akses data selama ajang Piala Dunia 2018 berlangsung. Mereka mencatat adanya peningkatan penggunaan aplikasi Tinder.

Seperti diketahui, ajang sepak bola akbar empat tahunan ini diadakan di 10 kota di Rusia hingga 15 Juli dan sudah menarik lebih dari dua juta pengunjung.

Seperti dikutip detikINET dari The Moscow Times, Jumat (22/6/2018), MTS, salah satu operator telekomunikasi terbesar di Rusia mencatat peningkatan penggunaan Tinder hingga 11 kali lipat.



Peningkatan ini tercatat di lokasi dekat stadion dan zona fan di Moskow, Saint Petersburg dan Saransk.

Operator Tele2 juga menginformasikan adanya peningkatan penggunaan Tinder sebesar 3,5 kali lipat dibandingkan dengan rata-rata sebelum penyelenggaraan Piala Dunia.

Sama seperti MTS dan Tele2, MegaFon pun melaporkan penggunaan pencarian teman kencan ini menyumbang 1% dari total lalu lintas data layanannya, saat partai pembukaan antara Rusia dan Arab Saudi di Stadion Luzhniki.

Peningkatan penggunaan Tinder di ajang besar seperti Piala Dunia 2018 sebenarnya bukan hal baru. Saat penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Korea Selatan, peningkatan penggunaan Tinder mencapai 350%.

Aplikasi ini sepertinya benar-benar dimanfaatkan untuk menemukan teman baru bahkan teman kencan, di antara lautan manusia yang membanjiri ajang Piala Dunia 2018.



Wanita Rusia sendiri sering menggunakan Tinder untuk bertemu dengan pria asing. Meski demikian, sebagian besar dari pertemuan itu hanya untuk mencari teman dan tidak untuk mencari hubungan yang lebih serius.

Situasi ini rupanya sudah diantisipasi. Sebelum penyelenggaraan Piala Dunia 2018, seorang politisi senior Rusia memperingatkan wanita Rusia untuk tidak terlibat dalam hubungan intim dengan fan sepak bola asing.

Pernyataan kontroversial ini didasari alasan agar wanita-wanita tersebut tidak menjadi orang tua tunggal ketika fan sepakbola meninggalkan Rusia setelah Piala Dunia. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed