WiFi di Masjid Bantu Iktikaf Lebih Khusyuk, Kok Bisa?

WiFi di Masjid Bantu Iktikaf Lebih Khusyuk, Kok Bisa?

Suherni Sulaeman - detikInet
Rabu, 23 Mei 2018 13:35 WIB
Jemaah iktikaf di masjid An Nahl. Foto: Grandyos Zafna/detikcom
Tangerang - Dengan berbagai fasilitas lengkap yang disediakannya, masjid An Nahl The Icon BSD City viral di kalangan para pencari masjid untuk iktikaf. Disebutkan panitia iktikaf masjid An Nahl, semua 'kemewahan' yang mereka sediakan bertujuan untuk memudahkan jemaah beribadah.

Untuk diketahui, masjid An Nahl menyediakan layanan full service bagi orang-orang yang ingin iktikaf di sana. Masjid yang direnovasi dari ruko itu menggelar program memperdalam ilmu agama selama 30 hari penuh.

Untuk mendukung itu, disediakan tempat yang bersih dan nyaman dilengkapi pendingin ruangan, hidangan berbuka dan sahur, makanan ringan, susu, kopi dan teh, bahkan layanan laundry serta koneksi WiFi. Semua fasilitas tersebut gratis dan dipersilakan untuk dimanfaatkan.



"Jadi ketika orang iktikaf di sini tidak perlu repot harus mencari makan untuk buka puasa atau sahur, harus repot mencuci, atau misalkan nggak ada paket internet karena habis," kata panitia iktikaf masjid An Nahl Andi Subandi, mengungkap alasan menyediakan fasilitas lengkap tersebut.

WiFi di Masjid Tidak Ganggu Iktikaf Masjid An Nahl menyediakan fasilitas full service bagi yang iktikaf. Foto: Grandyos Zafna/detikcom


Satu hal yang cukup menarik adalah ketersediaan WiFi. Masih ada sebagian kalangan yang menilai adanya WiFi di tempat ibadah bisa mengganggu kekhusyukan beribadah, sehingga sebisa mungkin meminimalkan penggunaan ponsel dan koneksi internet agar jemaah fokus pada ibadahnya.

Namun Andi menegaskan, fasilitas WiFi justru disediakan untuk membantu jemaah mengakses berbagai konten kajian Islam. Dengan demikian, diharapkan adanya WiFi bisa memberi nilai tambah pada ibadah jemaah.

"Karena kita juga ada website. Di situ kontennya seputar kajian yang pernah kita adakan. Selain itu juga membantu para jemaah ketika kehabisan paket internet," tutur Andi.



Meski demikian, pihak masjid tetap mengantisipasi agar WiFi tidak disalahgunakan untuk mengakses konten lainselain untuk kekhusyukan beribadah. Meski gratis, disebutkan Andi bahwa pengurus masji An Nahl tetap membatasi akses WiFi di jam-jam tertentu. Hal ini dilakukan untuk mencegah terganggunya ketenangan beribadah, terutama di malam hari, saat salat tarawih hingga sahur.

"Itu tujuannya agar ketika salat tarawih mereka khusyuk salat tarawih, kemudian ketika malam seperti lewat dari jam 23.00 mereka bisa istirahat dan bisa ikut tahajud," tutupnya.

(rns/rou)