Rabu, 16 Mei 2018 18:02 WIB

Facebook Hapus 583 Juta Akun Palsu

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Facebook telah menghapus 583 juta akun palsu di triwulan pertama 2018. Langkah tersebut dilakukan Facebook sebagai bentuk transparansi perusahaan usai terjadinya skandal Cambridge Analytica.

Dikutip detikINET dari blog Facebook, Rabu (16/5/2018), perusahaan yang bermarkas di Menlo Park, Amerika Serikat ini, merilis laporan penegakan standar komunitas ini adalah untuk pertama kali dilakukannya.

VP Product Management Facebook Guy Rosen, mengatakan pihaknya sering mendapatkan pertanyaan bagaimana Facebook memutuskan apa yang diizinkan hadir di dalam di platformnya.

"Selama bertahun-tahun, kami memiliki standar komunitas yang menjelaskan apa yang tetap dan apa yang turun. Tiga minggu yang lalu, untuk pertama kalinya, kami menerbitkan pedoman internal yang kami gunakan untuk menegakkan standar tersebut. Dan, hari ini kami merilis angka dalam laporan penegakan standar komunitas sehingga Anda dapat menilai kinerja kami untuk Anda," tuturnya.



Dalam laporan ini dihimpun antara bulan Oktober 2017 sampai Maret 2018. Terdapat enam area yang diatur, yaitu terkait kekerasan grafis, ketelanjangan dewasa dan aktivitas seksual, propaganda teroris, ujaran kebencian, spam, dan akun palsu.

Untuk membersihkan platformnya dari konten-konten tidak pantas ini, Facebook mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (AI).

"Kebanyakan tindakan yang kami lakukan dengan menghapus konten buruk seputar spam dan akun palsu, karena itu yang mereka gunakan untuk menyebarkannya," ucapnya.

Seperti Facebook menurunkan 837 juta spam selama kuartal pertama 2018 ini. Hampir 100% yang ditemukan dan diberi tanda ini dilakukan Facebook, sebelum ada yang melaporkannya. Kemudian, Facebook juga menonaktifkan 583 juta akun palsu.

"Secara keseluruhan kami memperkirakan sekitar 3%-4% dari akun Facebook yang aktif ini masih palsu," kata Rosen.

Lalu, Facebook juga menurunkan 21 juta keping ketelanjangan dewasa dan aktivitas seksual di kuartal pertama ini, di mana 96% diantaranya ditemukan dan ditandai oleh teknologi AI, sebelum pengguna melaporkannya. Rosen memperkirakan setiap 10 ribu konten yang dilihat di Facebook, 7-9 tampilan adalah konten yang melanggar standar pornografi dan ketelanjangan dewasa yang telah diatur.

Facebook pun turut menghapus 3,5 juta konten kekerasan, 86% di antaranya telah diidentifikasi sebelum dilaporkan.

Mengenai ujaran kebencian, perusahaan yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg ini telah menurunkan 2,5 juta konten selama tiga bulan pertama 2018, yang 38% telah ditandai oleh teknologi.



Facebook masih memiliki segudang pekerjaan rumah untuk mencegah penyalahgunaan. Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk sementara terbilang efektif, tetapi masih perlu ditingkatkan lagi.

"Kami percaya bahwa peningkatan transparansi ini cenderung pada peningkatan akuntabilitas dan tanggungjawab dari waktu ke waktu dan mempublikasikan informasi ini akan mendorong kami untuk meningkatkan lebih cepat juga," ujar Rosen.

"Ini adalah data yang sama yang kami gunakan untuk mengukur kemajuan kami secara internal dan Anda sekarang dapat melihatnya untuk menilai kemajuan Kami sendiri. Kami menantikan masukan dari Anda," pungkasnya.

(agt/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed