Selasa, 15 Mei 2018 19:44 WIB

Komitmen Facebook dan YouTube Berantas Terorisme di Internet

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Gettyimages - Andrew H. Walker Foto: Gettyimages - Andrew H. Walker
Jakarta - Google dan Facebook menyatakan komitmen mereka dalam memerangi konten-konten yang berbau radikalisme dan terorisme di dunia maya.

Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari, menyampaikan turut prihatin atas kejadian serangan bom yang terjadi empat hari yang lalu.

"Pada intinya, kami ingin sampaikan terutama Facebook tidak memberi ruang terhadap kekerasan dan bila menemukan konten yang melanggar komunitas, itu kami langsung turunkan," ujar Ruben ditemui di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Jakarta, Selasa (15/5/2018).


Ruben juga mengucapkan apresiasi kepada pemerintah dan juga kepolisian yang rajin melaporkan konten negatif di dalam Facebook.

"Yang kemudian kami langsung mengambil tindakan," ucapnya.

Sementara itu, Danny Ardianto perwakilan dari Google dan YouTube, mengatakan nada yang sama. Perusahaan asal Negeri Paman Sam itu menyampaikan turut berbela sungkawa terkait tragedi yang terjadi beberapa hari ini.

"Kami bekerjasama dengan pemerintah dan masyarakat luas untuk menghapus konten yang mengandung teror, kekerasan, ujaran kebencian. Kami punya kebijakan kuat di dalam YouTube sendiri, kami tidak boleh konten-konten seperti itu di platform kami," tuturnya.

Disebutkan Danny, YouTube bekerja 24 jam dalam 7 hari agar konten radikalisme hingga terorisme tidak terpajang di platform YouTube.


"Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah dan masyarakat karena kita bekerja sama dengan baik. Dan, kami ingin terus melakukan hal tersebut untuk mendukung komitmen pemerintah," kata Danny.

Pada hari ini, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara memanggil empat perusahaan teknologi di Gedung Kementerian Kominfo. Empat perusahaan tersebut Facebook, Google, Twitter, dan Telegram.

Pemerintah dan perusahaan teknologi ini saling berkoordinasi untuk meredam peredaran konten radikalisme dan terorisme di dunia maya. (jsn/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed