Senin, 16 Apr 2018 18:58 WIB

Blokir Konten Gay, Weibo Malah Diprotes Penggunanya

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: weibo Foto: weibo
Beijing - Situs media sosial Sina Weibo sempat berencana untuk memblokir konten yang berhubungan dengan homoseksual. Namun, belakangan situs media sosial terbesar di China itu urung melangsungkan niatnya, karena mendapat protes dari pengguna internet di China.

Pada hari Jumat kemarin, Weibo mengatakan bahwa dalam waktu tiga bulan ke depan pihaknya akan menghapus komik dan video yang memiliki implikasi pornografi, kekerasan berdarah-darah, hingga yang berbau homoseksual.

Menurut Weibo, inisiatif ini sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang cerah dan harmonis kalangan komunitas, serta mengikuti aturan hukum keamanan siber di negaranya.


Namun, sayang pengguna Weibo malah protes dengan rencana tersebut. Sebagai bentuk respons, seperti dikutip detikINET dari The Guardian, Senin (16/4/2018), pengguna Weibo ramai-ramai foto dengan pasangannya, berkomentar, dan membubuhkan emoji pelangi. Tak lupa mereka memberikan tagar #iamgay dan #iamgaynotpervert.

Aksi dukung LGBT di China.Aksi dukung LGBT di China. Foto: The Economist

Bahkan seorang wanita di Shanghai menulis dalam sebuah postingan yang kini mendapat lebih dari 55.000 like. Isinya mengatakan bahwa ia adalah seorang ibu dari anak yang memiliki orientasi seks gay.

"Anakku dan aku cinta negara kami. Tidak peduli kemana kami pergi, kami memberitahu yang lain dengan sangat kencang dan bangga bahwa kami dari China. Tapi hari ini aku tiba-tiba menemukan hal itu di negara yang kuat ini, Sina Weibo mendiskriminasi dan menyerang minoritas seksual," tulisnya.


Banyak dari pengguna internet tadi yang mengutip konstitusi dan hukum China terkait perlindungan kaum minoritas. Salah satunya mereferensikan halaman 38 konstitusi China yang menyatakan bahwa martabat personal dari warga negara China tidak diganggu gugat dan penghinaan yang ditujukan kepada warga negara adalah hal yang dilarang.

Diberondong protes yang begitu besar, pihak Weibo akhirnya menyatakan bahwa kampanye tersebut tak akan menyertakan konten gay, melainkan fokus membasmi konten pornografi dan kekerasan. "Terimakasi semuanya atas dikusi dan saran," tulis Weibo. (mag/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed