Kamis, 12 Apr 2018 18:26 WIB

Ghana Pertimbangkan Azan Lewat WhatsApp

Agus Tri Haryanto - detikInet
Aplikasi WhatsApp di smartphone. Foto: Rachman Haryanto Aplikasi WhatsApp di smartphone. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pemerintah Ghana kemungkinan punya kebijakan yang tak biasa, bahkan cenderung mengarah kepada kontroversi, yakni menyerukan panggilan melakukan salat yang biasa dilakukan melalui suara azan, disarankan menggunakan pesan teks di WhatsApp.

Saat ini, Menteri Lingkungan, Sains, Teknologi, dan Inovasi Ghana Kwabena Frimpong Boateng telah meminta kepada para ulama negeri tersebut untuk mempertimbangkan azan melalui WhatsApp.

Sebagaimana dikutip dari myjoyonline dan ghanaweb, Kamis (12/4/2018) Boateng mengatakan bahwa imbauan tersebut disampaikan agar mengurangi polusi udara yang terjadi di Ghana.

"Di rumah ibadah, mengapa suara itu dibatasi. Bagaimana kalau Imam masjid mengirim pesan WhatsApp kepada semua orang bahwa waktu salat telah tiba," ucapnya.

Boateng menyadari bahwa rekomendasi menggantikan azan yang biasa dilakukan menggunakan speaker menjadi teks lewat WhatsApp bisa menimbulkan pro dan kontra. Imbauan tersebut perlu dipertimbangkan para para ulama di negeri Afrika tersebut.

Tak hanya untuk umat Islam, untuk mengurangi polusi udara, Boateng juga mengusulkan kepada umat Kristiani agar gereja-gereja setempat membatasi penggunaan alat musik yang bisa mengundang kebisingan. (agt/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed