BERITA TERBARU
Sabtu, 07 Apr 2018 13:19 WIB

Nyawa Facebook Ada di Data Pengguna

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: GettyImages Foto: GettyImages
Jakarta - Setelah Facebook diserang bertubi-tubi dari berbagai sisi, COO Facebook Sheryl Sandberg pun curhat ke media. Apa katanya?

Facebook dikritisi karena bocornya data pengguna ke pihak yang tak berhak mendapat data-data tersebut. Lalu banyak pihak yang meminta Facebook berhenti mengumpulkan data-data penggunanya, karena mengganggu privasi.

Sandberg pun angkat bicara soal hal ini. Menurutnya data pengguna adalah nyawanya Facebook. Jika pengguna tak mau menyerahkan datanya ke platform semacam Facebook, mereka harus membayar untuk menggunakan jejaring media sosial ini.


Hal ini dijelaskan Sandberg dalam sebuah wawancara di NBC News, Sabtu (7/4/2018). Dalam wawancara tersebut ia juga mengakui kesalahan Facebook dalam menangani 'pembobolan' oleh Cambridge Analytica, perusahaan analisis data untuk kampanye Donald Trump di Pilpres AS 2016.

Sandberg menyebut Facebook tak pernah menjual atau memberikan data-data penggunanya, meski layanan mereka bergantung pada data tersebut. Namun pada kasus Cambridge Analytica, mereka memang kebobolan.

Setelah wawancara ini, pihak Facebook mengklarifikasi kalau mereka tak akan membuka layanan berbayar untuk pengguna media sosialnya. Dan pernyataan Sandberg itu hanyalah sebuah analogi untuk menjelaskan permasalahan yang ada.

(asj/mag)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed