Meski Ada Program Sejenis
Apkomindo: PCRI Akan Dilanjutkan!
- detikInet
Jakarta -
Apkomindo menegaskan program komputer murah Personal Computer-Republik Indonesia (PCRI) akan dilanjutkan. Meskipun belakangan ini beberapa vendor menggelar program sejenis.Hal itu dikemukakan Sekjen Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo), Sutiono Gunadi, yang ditemui wartawan di lobby ruang konperensi Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (19/05/2005). "Masih dilanjutkan, kami sedang memikirkan cara yang lebih baik," ujarnya.Sutiono menegaskan hal itu meskipun baru-baru ini terdapat upaya vendor teknologi untuk menghadirkan komputer murah di Indonesia. Diantaranya adalah Intel melalui program 'Aku Punya PC', kerjasama Microsoft, Intel, Zyrex dan BNI dengan 'PC Pertamaku' dan yang paling anyar Intel bersama anggota Apkomindo dengan 'PC Indonesia untuk Semua'. Menurut Sutiono program-program tersebut memiliki misi yang berbeda dengan PCRI. "Program Intel (yang terakhir-red.) itu lebih untuk membudayakan brand di daerah," ia mencontohkan. OSOL dan Komputer BekasSedangkan PCRI, lanjutnya, lebih ditujukan pada kepentingan sosial. Oleh karena itu Sutiono berpendapat PCRI sebaiknya dikhususkan bagi kalangan pendidikan. "Itu termasuk guru, siswa dan dosen," ia menandaskan.Kalau begitu bagaimana dengan program One School One Computer Laboratory (OSOL)? Menurut Sutiono program OSOL memiliki ketidaksesuaian dengan semangat yang diusung PCRI. Program OSOL, yang dimotori oleh Departemen Komunikasi dan Informatika (Kominfo), merupakan program pengadaan laboratorium komputer di sekolah-sekolah. "Ada ketidaksinkronan (dengan PCRI-red.) karena masih sebagian menggunakan komputer bekas," tutur Sutiono. Menurut Sutiono penggunaan komputer bekas dalam program OSOL tidak sesuai bagi Apkomindo. "Kami ingin mengembangkan industri. Kalau untuk itu kan harus komputer baru, bukan bekas," ia menambahkan.PCRI Terganjal KonflikProgram komputer murah bertajuk PCRI telah didengung-dengungkan oleh Apkomindo dan Forum Produsen Komputer Nasional (FPKN) sejak tahun 2004 lalu. Namun di tengah perjalan program itu seperti terhenti.Sutiono tidak menyangkal bahwa program itu dihentikan sementara. Penghentian itu disebabkan oleh munculnya konflik internal di tubuh Apkomindo. Konflik tersebut terkait dengan adanya pihak-pihak yang memasarkan komputer dengan harga lebih murah dari PCRI yang direncanakan. Padahal PCRI belum mulai dijual. "Karena jadi seperti perang bisnis, terpaksa kita stop dulu," ujarnya.Selain itu, lanjut Sutiono, ada pihak penyedia komputer untuk PCRI yang menawarkan skema harga layaknya bisnis komputer biasa. Menurut Apkomindo hal itu tidak wajar karena tujuan PCRI adalah sosial. Dalam Rapat Kerja Apkomindo berikutnya Sutiono berjanji akan ada pembahasan skema PCRI yang baru. Raker tersebut akan digelar pertengahan Juni 2005 mendatang.
(wsh/)