Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Jelang KAA, Penjual DVD Bajakan di Jakarta Tutup

Jelang KAA, Penjual DVD Bajakan di Jakarta Tutup


- detikInet

Jakarta - Sejak akhir minggu lalu, lapak, kios dan toko penjaja CD, VCD dan DVD bajakan di Jakarta, banyak yang tutup. Keterangan di pintu toko rata-rata menyebutkan bahwa mereka akan tutup sampai tanggal 25 April. Konon, ini dilakukan demi menjaga citra Indonesia yang menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika (KAA).Indonesia akan menjadi tuan rumah KAA yang berlangsung tanggal 22 sampai 24 April, di dua kota Jakarta dan Bandung. Menjelang konferensi akbar itu berlangsung, perhatian dunia tersorot pada Indonesia. Berbagai tindak pengamanan disiapkan oleh aparat. Tindak pengamanan yang dilakukan dengan lebih ketat ini, tampaknya mengkhawatirkan para pedagang CD, VCD dan DVD bajakan di ibu kota. Seperti yang diceritakan salah seorang penjual DVD bajakan yang enggan disebut namanya, dia libur berjualan sampai tanggal 25 April. "Tempat gue ambil barang tutup ampe tanggal segitu. Makanya selama itu gue juga libur," katanya dengan logat khas Jakarta. Pria yang selalu menjajakan DVD film tanpa menggelar lapak ini mengatakan, hal itu terjadi karena para pembajak film khawatir kalau-kalau aparat melakukan razia. "Menjelang KAA ini, pengamanan di ibu kota kan diperketat, ada info kalau barang bajakan juga bakal dibersihin," paparnya. Sebelum libur dia mengobral barangnya yang tersisa, dengan diskon 15 persen. Menurut pengakuannya, memang selalu ada bocoran informasi dari oknum Polisi dengan penjual DVD bajakan, jika razia akan dilakukan. Itu sebabnya jika Polisi melakukan razia, tidak semua target dapat ditertibkan, karena banyak toko yang tutup duluan sebelum dirazia. Dia juga menjelaskan bahwa antara pedagang barang bajakan dengan oknum Polisi ada semacam 'upeti' yang disetorkan, agar mereka tidak dirazia. Dan jumlahnya tidak kecil. Makanya untuk menutup biaya 'upeti', pedagang mencarinya dari konsumen dengan menaikan harga barang. Salah seorang pedagang dari DVD bajakan di bilangan Ratu Plaza, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, juga menyampaikan hal serupa. Dia mengaku selalu menunggu instruksi dari bosnya, apakah harus tutup atau terus buka."Bos saya biasanya ngasi tau kapan harus tutup. Jadi kalau dia dapat info bahwa akan ada razia, dia langsung bilang ke saya untuk tutup," katanya. Tidak hanya dua pedagang itu yang meliburkan diri selama kurang lebih 10 hari. Sebut saja pedagang di Glodok, Jakarta Utara. Toko-toko, lapak dan stan-stan penjual CD, VCD dan DVD di pusat pertokoan yang dikenal sebagai sentra barang bajakan ini, tutup sejak akhir pekan kemarin. Beberapa toko mengatakan bahwa mereka baru buka tanggal 25 April. Ada juga yang menginformasikan bahwa mereka sedang mengadakan renovasi selama beberapa hari.Demikian halnya dengan stan-stan CD, VCD dan DVD bajakan di kompleks pertokoan Ratu Plaza. Ketika detikinet mendatanginya hari Sabtu (16/4/2005), kebanyakan dari mereka tidak menggelar dagangannya. Meja-meja mereka ditutup terpal warna biru dan hijau, tanpa keterangan apa pun, untuk menginformasikan sampai kapan mereka akan tutup. Beberapa pedagang terlihat menggelar dagangannya hanya dalam bentuk katalog. Mereka hanya membawa sampul-sampul CD, VCD dan DVD koleksi mereka. Jika ada pembeli yang berminat, mereka menjanjikan akan menyediakan barangnya ketika mereka buka. Di kompleks pertokoan ini, sejumlah toko barang bajakan masih terlihat buka. Mereka adalah penjual CD software bajakan. (nks/)




Hide Ads