Terpuruk di Posisi 17
Amerika Pupus di Kontes Coding Internasional
- detikInet
Jakarta -
Universitas asal Amerika Serikat (AS) gagal berprestasi pada kontes pemrograman Internasional. Hal ini bisa menjadi pertanda buruk bagi industri teknologi AS.Universitas Illinois terpaku diperingkat 17 dunia pada final sebuah kontes pemrograman bertajuk "Association for Computing Machinery International Collegiate Programming Contest". Predikat tersebut merupakan rangking terendah dalam 29 tahun sejarah kontes yang diikuti oleh sekolah di AS.Kontes yang disponsori IBM ini, babak final diikuti 40 tim, berlangsung di Universitas Jiao Tong Shanghai, Cina.Dalam kontes ini, Universitas Jiao Tong Shanghai, dari China, merebut posisi teratas. Posisi kedua dan ketiga diduduki oleh Universitas Moscow serta Institut Mekanikal dan Optik dari St. Petersburg. Hasil tersebut meneruskan kesuksesan sekolah-sekolah di Asia dan Eropa Timur selama beberapa dekade belakangan ini. Institut dari Amerika sudah tidak memenangkan perlombaan ini sejak tahun 1997, yang diraih oleh pelajar dari Universitas Harvey Mudd."Amerika dulunya mendominasi olimpiade pemrograman semacam ini," kata David Patterson, Presiden dari Association for Computing Machinery, seperti dilansir CNet News.com yang dikutip detikcom, Sabtu (9/4/2005). "Tetapi sekarang kita ketinggalan."Jim Foley, ketua dari Asosiasi Penelitian Komputer menilai, buruknya performa yang diperlihatkan pelajar AS, tidak sebanding dengan citra yang melekat dengan AS selama ini. Dimana AS selama ini dikenal dengan terobosan teknologinya, dibanding dengan pesaing global mereka.Dengan kondisi seperti ini, kiblat teknologi dunia bisa saja berpaling dari Silicon Valley dan kawasan lain di AS, ke negara-negara di Asia seperti Cina, Korea dan India. Salah satu bukti adalah perusahaan-perusahaan teknologi AS menempatkan akitivitas penelitian dan pengembangan mereka di Asia.Sistem pembelajaran di AS menjadi permasalahan lain yang perlu mendapatkan perhatian. Pimpinan Teknologi, termasuk pimpinan Intel, Craig Barrett, menilai kegagalan di bidang pendidikan merupakan permasalahan besar bagi industri teknologi AS. Minat pelajar dalam teknologi komputer menurun seiring dengan lesunya industri dotcom. Ditambah lagi banyak perusahaan memindahkan pekerjaan teknologinya ke negera yang tingkat gaji pegawainya lebih rendah, seperti di India.Banyak pengamat menyarankan sekolah dasar dan menengah untuk memperbaiki mutu pengajaran mereka, agar meningkatkan ketertarikan para siswa akan teknologi. Hal ini akan berdampak pada peningkatan gaji guru dan pajak yang mesti dibayarkan untuk sekolah swasta.Langkah lain yang seharusnya dilakukan adalah menggugah para petinggi bidang teknologi di AS untuk meningkatkan penghasilan, dan juga menambah pendanaan untuk penelitian di bidang komputer. Sementara AS khawatir akan masa depan teknologinya, Cina sedang merayakan kemenangannya.
(nks/)