Sabtu, 11 Nov 2017 17:37 WIB

Tulus: YouTuber Harus Paham Aturan Hak Cipta

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Tulus. Foto: Muhamad Imron Rosyadi/inet Tulus. Foto: Muhamad Imron Rosyadi/inet
Jakarta - Dalam membuat karya lewat YouTube, seorang kreator harus mampu mempertanggungjawabkan konten yang ia buat dalam platform berbagi video tersebut. Hal ini diamini Tulus, yang baru saja mendapat penghargaan Silver Button oleh Youtube Indonesia.

"Saya merasa senang kalau ada lagu saya yang dicover sama musisi lain. Melihat lagu saya dibawakan dengan interpretasi orang lain rasanya menyenangkan," ujarnya.

"Tapi, jangan sampai setelah itu karya yang mereka buat dijual secara ilegal, baik lewat platform music streaming maupun monetisasi lewat YouTube. Saya pun sempat mengalami ketika lagu saya dijual oleh orang lain," katanya menambahkan.

Meskipun begitu, pelantun lagu Gajah ini berpendapat bahwa perkembangam Hak atas Kekayaan Intelektual di Indonesia sudah memperlihatkan perkembangan yang positif.

"Hal ini sudah membaik karena menurut saya perkembangannya tidak hanya berhenti di sisi kesadaran masyarakatnya saja, namun sudah aturan yang mengaturnya juga," sebut Tulus.

Baginya, itu adalah salah satu hal yang esensial dalam membuat karya, dengan mendukung perbaikan sistem copyright di Indonesia. Ia mengatakan, para pembuat konten pun harus dibekali edukasi yang mencukupi agar dapat menjadi kreator yang mumpuni.

"Saya harap ada program edukasi bagi para YouTuber, tidak hanya agar kontennya ramai dikunjungi tapi juga bertanggung jawab," pungkasnya.

Di sisi lain, seorang YouTuber yang juga hadir dari dunia musik, Hanin Dhiya, berbagi mengenai mimpinya yang terwujud melalui YouTube. Perempuan yang tenar lantaran membuat cover dari lagu Akad milik Payung Teduh ini mengaku menjadi penyanyi merupakan impian sejak kecil.

"Aku memang awalnya hobi nyanyi dari kecil, jadi aku punya motivasi untuk mewujudkan mimpi menjadi musisi dan penyanyi. Jadi saat dibukakan jalannya maka aku ingin terus berkarya dan berkarir di sini," ujarnya.

Tak hanya memberikan motivasi untuk diri sendiri, namun ia juga ingin memotivasi anak-anak muda supaya generasi mereka jangan rusak. "Mereka harus menyiapkan diri mereka sendiri untuk menjadi bangsa yang lebih baik lagi," ia mengatakan.

"Generasi sekarang bisa dibilang sudah rusak dari sikap dan pergaulan. Banyak anak-anak di bawah umur yang sudah merasakan seks, pacaran, merokok, narkoba, hingga vape. Padahal, mereka masih harus banyak belajar, karena masa depannya mereka masih panjang," kata Hanin.

Hanin juga mengatakan bahwa ia ingin memberi contoh hanya yang baik-baik saja kepada para penontonnya, terutama bagi generasi muda mengingat usianya juga yang relatif belum beranjak dewasa.

Contoh yang baik ini ia berikan melalui kreasi dengan musik. "Karena saya masih di tahap awal jadi masih sering membawakan lagu-lagu orang lain dulu. Saya pun sempat bertemu dengan musisi yang saya pakai lagunya, dan mereka sangat terbuka untuk urusan music cover," ungkapnya. (fyk/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed