Minggu, 08 Okt 2017 13:59 WIB

Oorth, Media Sosial yang Andalkan Kearifan Lokal

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: detikINET/Muhamad Imron Rosyadi Foto: detikINET/Muhamad Imron Rosyadi
Jakarta - Setelah melakukan roadshow di sejumlah kota, akhirnya Oorth resmi diluncurkan pada Sabtu (7/10/2017) yang bertempat di Ice Palace Hall, Lotte Shopping Avenue, Jakarta. Media sosial asli buatan anak bangsa ini mengusung kearifan lokal masyarakat Indonesia sebagai pembeda dari media sosial yang lain.

Dalam acara tersebut, Krishna Adityangga selaku CEO Skynosoft, perusahaan IT yang menaungi Oorth, turun langsung untuk menceritakan proses terciptanya media sosial ini. Ia mengatakan, cikal bakal dari aplikasi ini bermula pada 2 tahun lalu ketika penyelenggaraan Sky Village, salah satu program yang dilaksanakan oleh Skynosoft, dengan mendatangi beberapa daerah yang ada di seluruh Indonesia.

Dari kegiatan tersebut, mereka menemukan permasalahan masyarakat Indonesia yang belum terselesaikan dengan teknologi. Padahal, sekitar 31% masyarakat Indonesia sudah 'melek' terhadap internet, dan mayoritas dari mereka pun aktif menggunakan media sosial. "Jika teknologi dapat menjangkau masyarakat lebih dekat dalam memecahkan permasalahan mereka, tentunya hal tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup mereka," ujar Krishna Adityangga.

Baginya, mayoritas masyarakat Indonesia masih menggunakan media sosial secara ala kadarnya. "Mereka posting ya sekedar posting. Mereka update ya sekedar update saja. Ini yang menjadi masalah sebenarnya," ucapnya.
Beberapa hal lain dalam penggunaan media sosial seperti salah mengirim chat dari kontak yang dimaksud hingga akun-akun palsu yang menyebarkan informasi-informasi menyimpang membuat para penggunanya menjadi kontraproduktif.

"Padahal, masyarakat Indonesia merupakan orang-orang yang sangat luar biasa dengan budaya yang telah dipupuk sejak lama. Budaya-budaya tersebut yang dapat menjadi cikal bakal media sosial yang baik, seperti saling bertegur sapa, gotong royong, senang melakukan publikasi atau pengumuman, hingga gemar menarik iuran," katanya menjelaskan.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Oorth pun berusaha untuk memberi solusi. Dalam acara peluncurannya tersebut, mereka juga turut mengundang komunitas-komunitas yang bergerak di berbagai bidang. Beberapa diantara mereka yaitu Pita Kuning, ISCO (Indonesian Street Children Organization), hingga Baznas (Badan Amil Zakat Nasional).

Mereka pun turut menandatangi sebuah pintu berwarna biru yang dilambangkan sebagai jalan menuju kesuksesan secara bersama-sama sebagai simbolisasi dari dukungan mereka terhadap Oorth. Selain itu, tampak juga perwakilan dari Kemkominfo yang hadir untuk memberikan dukungannya terhadap kesuksesan media sosial tersebut.

"Kami berusaha untuk menciptakan fitur dalam Oorth yang dapat mengedepankan kearifan lokal. Kami ingin lebih melakukan pendekatan terhadap interaksi antar masing-masing individu dengan aspek ekonomi yang menyertai di dalamnya. Aspek ekonomi yang dimaksud adalah usaha masyarakat dalam membantu untuk menyelesaikan permasalahan sosial melalui sebagian dari harta mereka," ujar Krishna Adityangga.

Ia mengatakan, dalam teori ekonomi, pengeluaran orang tidak hanya terbatas untuk menabung, belanja, dan investasi. Masyarakat juga mengeluarkan uangnya terkait permasalahan sosial, seperti beramal dan memberi tip untuk beberapa layanan yang ia dapatkan. Kebanyakan teknologi belum menjangkau semua hal tersebut, namun Oorth berusaha untuk mencakup semuanya. Hal ini pun sejalan dengan motto Skynosoft yatu 'we touch technology like human'.

Khrisna Adityangga juga mengatakan bahwa Oorth memiliki tiga keunggulan dibanding para pesaingnya, yaitu hadirnya mode personal dan komunitas, feed khusus untuk menampilkan donasi, serta community development.

Dalam peluncuran yang juga turut dihadiri oleh Mulyono Herman sebagai CIO Skynosoft dan Dhanny Ardiansyah selaku Software Leader Skynosoft, Khrisna Adityangga pun turut meresmikan Oorth versi 1.0.0 yang dapat mulai diunduh dalam perangkat berbasis Android melalui Play Store. Nama Oorth sendiri diambil dari benda langit bernama Awan Oort (Oort Cloud), sebuah sekumpulan komet berbentuk awan bulat berukuran besar dan dingin yang melingkupi tata surya kita serta sabuk Kuiper. (asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed