Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Tayangkan Hoax Penembakan Las Vegas, YouTube Berbenah

Tayangkan Hoax Penembakan Las Vegas, YouTube Berbenah


Muhammad Alif Goenawan - detikInet

Foto: detikINET/Irna Prihandini
Jakarta - YouTube sering dipakai untuk mencari informasi penting, seperti salah satunya peristiwa penembakan brutal yang terjadi di Las Vegas, Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Nah, agar tidak terjadi kesalahan informasi, YouTube dilaporkan telah mengubah algoritma pencarian untuk menampilkan sumber yang lebih andal dan dapat dipercaya. Cara ini juga ampuh untuk menghindari pengunjung mengakses konten yang berisikan kebencian.

Laporan ini, seperti dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (6/10/2017), pertama kali diumbar oleh The Wall Street Journal. Menurut laporan, lima dari hasil pencarian ketika pengunjung mengetik 'Las Vegas shooting' di YouTube maka akan menampilkan video yang mengklaim penembak lebih dari satu orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, pihak berwajib sudah mengkonfirmasi hanya ada satu orang penembak. Video bertajuk 'Proof Las Vegas Shooting Was a FALSE FLAG attackβ€”Shooter on 4th Floor' ini telah meraih 1,1 juta penonton dalam waktu 27 jam. Pihak YouTube pun sudah menghapusnya.

Tak hanya itu, seorang sumber yang familiar dengan YouTube memberi informasi ke The Wall Street Hournal bahwa mereka tengah mempercepat rencana untuk mengubah mesin pencarian sebagai respon dari kritik. YouTube pun mulai menampilkan hasil pencarian yang terpercaya pada Rabu lalu.

"Ketika berbicara berita, kami punya ribuan publisis berita yang mewakili sudut pandangyang bervariasi," ujar perusahaan melalui email.

YouTube sendiri telah menggunakan algoritma untuk kenyamanan pengakses. Misalnya ketika mengatur ranking video di hasil pencarian dan memilih video untuk tampil di Up Next di video player. (mag/fyk)




Hide Ads