Rabu, 04 Okt 2017 11:35 WIB

Mantan Bos Besar Intel Meninggal Dunia

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Paul Otellini. Foto: Getty Images Paul Otellini. Foto: Getty Images
Jakarta - Paul Otellini, yang menjabat sebagai CEO Intel dari 2005 hingga pertengahan 2013, meninggal di usia 66 tahun. Dalam pernyataan resmi Intel, ia meninggal di tengah tidurnya pada Senin, 2 Oktober waktu setempat. Total, Paul Otellini telah menghabiskan 40 tahun hidupnya di perusahaan tersebut.

Paul merupakan bos kelima Intel, yang kini diteruskan oleh Brian Krzanich. "Kami merasakan kesedihan mendalam atas kepergian Paul. Ia telah mengajari kepada kami bahwa kita hanya bisa menang ketika menempatkan pelanggan sebagai prioritas utama," ujar Brian Krzanich, dikutip detikINET dari CNBC pada Rabu (4/10/2017)

Selama menjabat sebagai CEO, Paul dikenal mampu mengendalikan operasional dan struktur biaya bagi pertumbuhan jangka panjang Intel dan menjaga keuntungan perusahaan selama terjadinya resesi global.

Selain itu, pria yang berasal dari San Francisco tersebut merupakan CEO Intel pertama yang tidak memiliki latar belakang pendidikan komputer secara formal dalam portfolionya. "Intel mengalami peningkatan keuntungan lebih besar selama 8 tahun periodenya dibanding 45 tahun sebelum ia menjabat," seperti tertulis dalam pernyataan resmi Intel.

Pada masa jabatannya, pendapatan Intel naik mencapai USD 53 miliar pada akhir 2011 dari USD 34 miliar ketika ia belum menjabat sebagai CEO. Ia pun turut berperan besar dalam menjaga peran Intel sebagai pembuat chip untuk personal computer milik Windows.

Bahkan, pada 2005, ia bersama Steve Jobs mengumumkan penggunaan prosesor Intel dalam lini produk Mac dalam ajang Apple Worldwide Developers Conference (WWDC).

Salah satu kekurangan yang dibuat oleh Paul Otellini adalah kegagalannya dalam mengembangkan dominasi komputer personal ke dalam industri smartphone. Hingga kini, baik iPhone maupun smartphone berbasis Android, belum ada yang menggunakan prosesor Intel.

"Pada akhirnya, kami gagal memenangkan. Dunia pasti akan sangat berbeda ketika kami berhasil melakukannya," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan The Atlantic pada 2013.

Kegagalan tersebut merupakan salah satu penyesalan terbesar bagi Paul. "Pelajaran yang saya ambil adalah, banyak sekali masa dalam karir saya ini, saya mengambil keputusan berdasarkan keberanian saya, dan saya merasa perlu untuk mengikutinya," tuturnya.

Meskipun begitu, ia tetap membawa Intel menuju kesuksesan yang memengaruhi posisi perusahaan tersebut sekarang. Pencapaiannya telah menempatkannya jauh di depan dibanding para pendahulunya. Setelah memutuskan pensiun pada 2013, Paul Otellini tak lagi berkiprah di jagat teknologi sampai ia meninggal dunia. Rest in peace Paul... (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed