Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Ikuti Sony, Panasonic 'Menyerah' Produksi TV Sendiri

Ikuti Sony, Panasonic 'Menyerah' Produksi TV Sendiri


Adi Fida Rahman - detikInet

BERLIN, GERMANY - SEPTEMBER 02:  Visitors wear 3D glasses while watching a presentation of 3D televisions at the Panasonic stand at the IFA 2011 consumer electonics and appliances trade fair on the first day of the fairs official opening on September 2, 2011 in Berlin, Germany. The IFA 2011 will be open to the public from September 2-7.  (Photo by Sean Gallup/Getty Images)
Ikuti Sony, Panasonic 'Menyerah' Produksi TV Sendiri. Foto: Sean Gallup/Getty Images
Jakarta -

Panasonic resmi mengikuti jejak Sony dengan menyerahkan seluruh proses manufaktur, pemasaran, penjualan, dan logistik televisinya di Amerika Serikat serta Eropa kepada Skyworth, perusahaan elektronik asal Shenzhen, China. Langkah ini menandai berakhirnya produksi TV in-house Panasonic untuk wilayah tersebut.

Dalam skema kerja sama tersebut, Skyworth akan memimpin penjualan, pemasaran, hingga distribusi di AS dan Eropa. Sementara itu, Panasonic tetap menyediakan keahlian teknis, standar kualitas audiovisual, serta terlibat dalam pengembangan bersama model OLED kelas atas.

TV bermerek Panasonic yang diproduksi Skyworth tetap akan membawa teknologi dan standar kualitas khas Panasonic. Targetnya, lini TV ini mampu meraih pangsa pasar dua digit di Eropa. Transisi akan dilakukan bertahap mulai April 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Panasonic juga memastikan dukungan purna jual penuh untuk seluruh TV yang terjual hingga Maret 2026, serta unit yang dipasarkan mulai April 2026. Untuk pasar Jepang, Panasonic masih mengelola bisnis TV secara mandiri. Sementara pasar Asia lainnya tengah dievaluasi, termasuk kemungkinan kolaborasi lanjutan dengan Skyworth.

Skyworth sendiri bukan pemain kecil. Perusahaan yang bermarkas di Shenzhen ini diklaim sebagai salah satu dari tiga penyedia platform Android TV terbesar secara global. Di Indonesia, salah satu produk besutan Skyworth adalah Coocaa.

Pabrik TV Skyworth di GuangzhouPabrik TV Skyworth di Guangzhou Foto: XINHUA

Berdasarkan riset Omdia pada Juli 2025, Skyworth sempat masuk lima besar merek TV dunia berdasarkan pendapatan kuartal I 2025. Mereka juga tercatat sebagai produsen TV OLED terbesar ketiga di dunia, dengan panel OLED yang dipasok oleh LG Display.

Peter Zhang, CEO Shenzhen Chuangwei-RGB Electronics Co. (induk Skyworth), menyambut positif kolaborasi ini. Ia menyebut kedua perusahaan memiliki komitmen sama terhadap inovasi dan kualitas, serta optimistis kemitraan ini akan memperkuat posisi TV Panasonic di Eropa.

"Kedua organisasi memiliki komitmen yang sama terhadap inovasi dan keunggulan. Sebagai merek TV global top-five, kami akan membawa inovasi produk kelas dunia yang didukung investasi R&D ekstensif, serta jejak internasional yang terus berkembang dan jaringan distribusi yang mapan. Keselarasan strategis ini diharapkan mempercepat pertumbuhan TV bermerek Panasonic di Eropa," ujarnya dikutip dari Flatpanelshd.

Keputusan Panasonic memperkuat tren mundurnya produsen TV Jepang dari manufaktur sendiri. Awal 2026, Sony juga menyerahkan 51 persen bisnis hiburan rumah tangganya - termasuk TV - kepada TCL asal China.

Pabrik TV Skyworth di GuangzhouPabrik TV Skyworth di Guangzhou Foto: XINHUA

Sebelumnya, sejumlah nama besar seperti Sharp, Toshiba, Hitachi, hingga Pioneer sudah lebih dulu keluar dari bisnis TV atau mengalihkan produksinya. Kini, hampir tidak ada lagi produksi TV massal yang benar-benar dilakukan di Jepang.

Padahal, Panasonic pernah berjaya sebagai "raja plasma" dengan pangsa pasar panel plasma mencapai 40,7% pada 2010. Namun sejak 2014, perusahaan menghentikan produksi plasma, mulai melakukan outsourcing untuk model entry-level dan mid-range, bahkan sempat keluar dari pasar AS sebelum kembali pada 2024 dengan lini OLED dan Mini LED yang dirancang di Jepang.

Langkah ini juga terjadi di tengah restrukturisasi besar Panasonic yang mencakup pemutusan hubungan kerja sekitar 12.000 karyawan secara global. Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa transfer bisnis TV ke Skyworth tidak akan memicu pemangkasan staf atau fasilitas tambahan.

Dengan menyerahkan produksi ke mitra manufaktur China yang lebih efisien, Panasonic dapat memangkas biaya tetap seperti iklan, logistik, dan operasional pabrik. Di sisi lain, mereka tetap menjaga positioning premium lewat pengembangan bersama model flagship OLED.




(afr/afr)





Hide Ads
LIVE