Kamis, 10 Agu 2017 11:47 WIB

GO-ACADEMY Siapkan Talenta Indonesia untuk Industri Digital

Adi Fida Rahman - detikInet
Ilustrasi. Foto: Gettyimages Ilustrasi. Foto: Gettyimages
Jakarta - Di tengah makin berkembangnya industri digital di Indonesia, sejumlah kendala masih harus dihadapi. Salah satunya terkait kemampuan talenta di Tanah Air.

Menyadari kondisi tersebut, GO-JEK berupaya ikut mengatasi. Perusahaan ride sharing besutan Nadiem Makarim ini pun membesut GO-ACADEMY.

Vicario Reinaldo, Head GO-ACADEMY, mengatakan talenta Indonesia sejatinya tidak kalah dengan negara lain. Hanya saja bekal yang diterima dari sekolahnya belum memenuhi kebutuhan industri.

"Kami melihat ada gap apa yang diajarkan di sekolah dengan industri. Ini bukan sepenuhnya salah sekolahnya, tapi memang industri berubah cepat banget, apalagi bidang teknologi," kata Vicario saat dijumpai di markas GO-JEK, Jakarta.
Go-Academy Siapkan Talenta Indonesia untuk Industri DigitalVicario Reinaldo, Head GO-ACADEMY. Foto: Adi Fida Rahman/detikinet

Lewat GO-ACADEMY, GO-JEK berusaha menjembatani celah tadi. Ada sejumlah program yang mereka telah persiapkan, yakni GO-SCHOLAR, GO-LEARN, GO-TALK GO-SQUAD dan GO-VISIT.

GO-SCHOLAR sendiri merupakan program beasiswa. Diharapkan lewat program ini mereka dapat membantu mencetak programer yang sesuai dengan kebutuhan industri.

"Kami ingin membantu orang yang ingin belajar tapi punya kesulitan untuk membiayai pembelajaran mereka. Di sisi lain GO-SCHOLAR menyiapkan talenta yang ready to run," kata Lita Kumala Dewi, VP of Talent Management GO-JEK saat ditemui di tempat yang sama.

Magang di GO-JEK

GO-SCHOLAR akan berlangsung selama 6 bulan. Tiga bulan pertama akan diberikan ilmu pemprograman lewat kegiatan bootcamp. Setelahnya, peserta akan magang di GO-JEK. Selama proses magang tersebut, mereka akan dimentori langsung oleh senior programer.

"Siapapun bisa mengikuti program ini, asalkan bisa mendedikasikan waktunya selama enam bulan. Mau lulusan mana saja, minimal SMA, dan punya pemahaman sedikit soal coding dan bisa lolos tes," jelas Lita.

Menariknya setelah sesi magang selesai, peserta terbaik GO-ACADEMY akan direkrut menjadi programer GO-JEK.
Go-Academy Siapkan Talenta Indonesia untuk Industri Digital Lita Kumala Dewi, VP of Talent Management GO-JEK. Foto: Adi Fida Rahman/detikinet

GO-JEK pun membesut program berbagi ilmu lewat GO-LEARN dan GO-TALK. GO-JEK secara rutin mengupload video yang menampilkan karyawannya. Mereka menceritakan apa yang dikerjakan selama di GO-JEK.

GO-TALK sendiri merupakan kegiatan meet-up bulanan. Di sini para engineer GO-JEK berbagai ilmu kepada peserta yang hadir.

"Banyak devolper senior yang datang ke meetup untuk belajar sesuatu yang baru dan belum dilihat di perusahaan tempat mereka kerja," ungkap Lita.

Beralih ke GO-SQUAD, merupakan program magang di GO-JEK untuk para mahasiswa. Sementara GO- VISIT merupakan company visit untuk mereka yang ingin tahu kultur kerja di G0-JEK.

"Kalo lihat dari jauh atau hanya dari website, kayaknya kurang afdol, jadi bisa berkunjung langsung," ujar Lita.

Dengan semua program-program tadi, G0-JEK berharap GO-ACADEMY dapat mempercepat pembelajaran talenta di Tanah Air sehingga dapat memenuhi kebutuhan industri digital di sini. Selain itu memberi kontribusi nyata bagi Indonesia.

"Dengan teknologi kita dapat memajukan harkat hidup orang banyak, seperti GO-JEK yang selama ini lakukan," pungkas Lita. (afr/fyk)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed