Minggu, 30 Jul 2017 12:25 WIB

d'Youthizen Motorola

Kisah Inspiratif Dokter Gamal Bantu Pasien Miskin via Aplikasi

Agus Tri Haryanto - detikInet
Dokter Gamal. Foto: Agus Tri Haryanto/inet
Malang - Seorang dokter asal Malang bernama Gamal Albinsaid bisa menjadi contoh inspirasi bagi generasi muda. Meski bekerja sebagai tenaga medis bukan berarti tidak melek teknologi.

Gamal merupakan dokter yang tak biasa. Meski umurnya terbilang muda, prestasinya sudah segudang. Salah satunya mendapat penghargaan HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneurship First Winner 2014 yang langsung diberikan Pangeran Charles di Istana Buckingham.

Gamal pun menyebar bibit-bibit prestasi pada peserta d'Youthizen Motorola. Gamal ingat betul ucapan ustaz-nya bahwa jangan mati-matian mengejar sesuatu yang nanti tak bisa dibawa mati. Itulah yang mengantarkannya terus berinovasi lewat ilmu yang telah didapat untuk membantu orang-orang yang kesulitan berobat.

"Pastikan pekerjaan kita itu bukan hanya yang kita sukai dan kuasai tapi juga bermanfaat untuk banyak orang. Karena saya dokter, maka saya fokus di bidang inovasi wirausaha sosial berbasis kesehatan," ucap Gamal dalam d'Youthizen di Malang.

Dari data yang dimilikinya, kesenjangan di Indonesia terus mengalami peningkatan sehingga ada golongan masyarakat yang sulit sekedar untuk berobat. Hal itu yang membuatnya mendirikan perusahaan bernama Indonesia Medika dan situs siapapeduli.id.

Gamal membentuk platform Homedika yang bisa diunduh di Play Store. Ketersediaan aplikasi ini untuk memudahkan pengiriman tenaga medis ke rumah di mana ada orang kesulitan untuk berobat.

"Saya punya cita-cita sederhana, bagaimana membantu orang sakit dengan mengirim tenaga kesehatan dari Malang ke mereka," kata pria kelahiran 8 September 1989 ini.

Mulai dibentuk Desember lalu, tercatat sudah ada 800 tenaga medis dari 100 kota yang bergabung di platform Homedika. Bila sudah mencapai 50 ribu tenaga medis, nanti bisa memungkinkan langsung mengirim ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan.

"Jadi bagi orang kaya bayar, kalau yang gak mampu itu gratis," sebutnya.

Lalu, Siapapeduli adalah program penggalangan dana dan bantuan dana kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu dalam pembiayaan tindakan medis dan perawatan pasien. Program ini menggunakan sarana media sosial dan website untuk menggalang dana tersebut.

"Kalau menemukan pasien yang gak mampu (berobat), kalian bisa call center atau daftar nanti kita galang dana," ucapnya.

Skema yang dilakukan Gamal untuk membantu orang-orang yang kesulitan berobat lewat metode crowfunding tersebut dibilang efektif. "Launching Februari dengan telah membantu lebih 200 pasien yang biaya operasi mereka mencapai Rp 3,4 miliar," imbuhnya.

Saksikan video 20detik tentang d'Youthizen di Malang di sini:

(fyk/fyk)