Senin, 17 Jul 2017 15:34 WIB

Kongres Teknologi Nasional Ingin Tingkatkan Daya Saing RI

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kongres Teknologi Nasional 2017. Foto: Agus Tri Haryanto/inet Kongres Teknologi Nasional 2017. Foto: Agus Tri Haryanto/inet
Jakarta - Demi meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa, Indonesia perlu terus mengadopsi teknologi. Salah satunya dapat dilakukan melalui rekomendasi yang tercipta di Kongres Teknologi Nasional (KTN) pada 17-19 Juli 2017.

"Kongres ini untuk sharing informasi yang nanti bermanfaat untuk periset dan pemerintah," kata Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Unggul Priyanto di Jakarta, Senin (17/7/2017).

KTN 2017 merupakan tahun kedua yang telah digelar oleh BPPT. Pada tahun ini, mengangkat tema "Inovasi Teknologi untuk Daya Saing dan Kemandirian Bangsa" memfokuskan di tiga bidang, Teknologi Kesehatan, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dan Teknologi Kesehatan.

"Kebetulan yang lagi hot itu bagian ICT seperti kita mau Pemilu, cyber security, lalu masalah transportasi dengan kereta cepat," ungkapnya.

Selain untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa, KTN diharapkan dapat melahirkan rekomendasi solusi teknologi sesuai dengan program pemerintah yang tertera di Nawa Cita dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahap III 2015-2019.
Kongres Teknologi Nasional Cita-Citakan RI Berdaya Saing Foto: Agus Tri Haryanto/inet

Kongres hari pertama dihadiri Ketua BPPT Unggul Priyanto sebagai tuan rumah, lalu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (Menpar RB) Asman Abnur, Menteri Koordinator Kemaritiman, dan perwakilan Kementerian dan Lembaga lainnya.

Kongres ini juga akan menghadirkan pakar serta praktisi teknologi di bidang Kesehatan, TIK dan Transportasi baik dari kalangan akademisi, industri maupun pemerintahan dari dalam negeri dan lembaga riset internasional seperti AIST-Jepang, KRIBB- Korea, PNORS Australia, ASEAN CIO Association, University of Queensland, dan principal technology provider lainnya.

Selain itu, juga dilakukan pembahasan terkait Arah Kebijakan Pemerintah dalam Pengembangan dan Kemandirian Industri Farmasi Nasional, Penguatan Inovasi Teknologi dalam Pengembangan Industri Biofarmasi Nasional, serta Penguatan Inovasi Teknologi dalam Pengembangan Industri Alat Kesehatan Nasional.

Di bidang TIK, materi penting yang akan dibahas adalah Pengamanan Infrastruktur TIK Kritis dan Data Pemerintahan, TIK Untuk Sistem Transportasi, serta Inovasi TIK dalam Mendukung Kemandirian Pengamanan Data dan Informasi. Bidang transportasi akan dilakukan pembahasan mendalam Kebijakan Transportasi untuk Peningkatan Konektivitas dan Logistik Nasional, Reaktualisasi dan Revitalisasi Peran Perkertaapian dalam Transportasi Nasional, Tantangan dan Peluang Transportasi Perkotaan, Inovasi Teknologi Transportasi. (fyk/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed