Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, menyerukan kepada para mitra pengemudinya agar tidak melakukan balasan terkait gelombang protes yang dilakukan transportasi konvesional.
"Kita sedang mempelajari situasinya seperti apa. Cuma yang jelas untuk meredam adalah kita selalu menasihati kepada mitra pengemudinya agar tidak terpancing provokasi dan melakukan tindakan kriminal," ujar Ridzki usai meluncurkan layanan GrabShare di Ritz Carlton, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Senin (13/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim kami di lokal setempat selalu hadir untuk melihat bagaimana permasalahannya," imbuhnya.
Bila terjadi sesuatu, Grab memastikan bahwa mereka akan melakukan langkah yang sesuai, seperti biaya perawatan medis dan melakukan pendampingan hukum.
"Lalu, bagaimana meng-addrress permasalahan moda transportasi yang lainnya. Grab selalu terbuka soal kesempatan agar kami bisa membantu melalui teknologi di layanan lain," sebutnya.
Tetapi, ada beberapa hal yang diperhatikan Grab sebelum mereka masuk untuk membantu. Pertama, terkait teknologinya sudah sesuai atau tidak. Kedua, bagaimana keamanan kendaraan dan pengemudinya.
"Ketiga, kecocokan terhadap pasar lokal terkait moda transportasi tersebut berlangsung," tambah Ridzki. (rns/rns)