Hal tersebut bukan omong kosong. Bahkan di Oktober 2015, Chris Cook selaku Central Item Officer Facebook pernah meminta seluruh timnya menggunakan ponsel Android untuk mencari solusi agar aplikasi Facebook di platform itu lebih efisien.
"Kami mendengar laporan ada yang mengalami masalah kecepatan yang disebabkan aplikasi Android kami. Kami melakukan investigasi dan akan terus update sesering mungkin," sebut seorang sumber eksekutif Facebook yang dikutip detikINET dari IB Times, Selasa (22/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya aplikasi Facebook tidak tampak menyedot banyak sumber daya ketika diukur dengan software statistik baterai di Android. Tapi menurut Techworldzone dan uji coba lain, kenyataannya tidak demikian.
Sebagai alternatif, user tentu bisa tetap mengakses Facebook melalui browser. Namun jika merasa berat hati, aplikasi Facebook dapat dipertahankan dengan kemungkinan konsekuensi baterai lebih boros.
Tak cuma di Android, aplikasi Facebook juga disebut jadi salah satu biang baterai boros di iPhone. Awal tahun ini, laporan The Guardian menyebut aplikasi Facebook mengonsumsi baterai iPhone15% dalam sehari. Hasil ini didapat setelah membandingkan antara iPhone yang diinstall dan yang tak diinstall Facebook.
Guna lebih meyakinkan, pihak Guardian meminta sejumlah orang melakukan hal yang sama. Hasilnya pun tidak berbeda, setelah menghapus aplikasi jejaring sosial milik Mark Zuckerberg itu, baterai iPhone lebih hemat.
Apa yang disampaikan Guardian ini tidak jauh berbeda dengan laporan media teknologi 9to5Mac sebelumnya. Mereka juga mendapati aplikasi Facebook menguras baterai iPhone. (fyk/rou)