Anggapan itu muncul karena Facebook dianggap menyebarkan sejumlah berita bohong yang mendukung Trump selama Pilpres AS berlangsung, demikian dikutip detikINET dari USA Today, Jumat (11/11/2016).
"Menganggap itu (berita bohong) bisa mempengaruhi Pilpres AS adalah pemikiran yang cukup gila. Para pemilih mengambil keputusan berdasarkan pengalaman hidupnya," ujar Zuck dalam konferensi Techonomy di California, AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu alasan Zuck menganggap berita bohong di Facebook tak mempengaruhi Pilpres AS adalah karena berita bohong yang beredar tak cuma menyerang salah satu kandidat, melainkan keduanya, yaitu Hillary Clinton dan Donald Trump.
"Menurut Anda bagaimana mungkin ada berita bohong hanya ada pada satu sisi dan tak ada pada sisi lainnya," ujarnya.
Namun perlu diingat juga, dalam sebuah investigasi yang dilakukan BuzzFeed pada awal 2016 terungkap kalau berita bohong yang tersebar di Facebook 38%-nya menyerang partai sayap kanan (Parta Republik yang mendukung Trump), sementara hanya 20% yang menyerang partai sayap kiri (Partai Demokrat yang mendukung Hillary). (asj/ash)