Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Gelombang Protes Memanas, Iran Matikan Internet Nasional

Gelombang Protes Memanas, Iran Matikan Internet Nasional


Fino Yurio Kristo - detikInet

Lautan Manusia Penuhi Jalanan Abdanan Iran
Gelombang Protes Memanas, Iran Matikan Internet Nasional. Foto: Reuters
Jakarta -

Aksi unjuk rasa meletus di beberapa kota di seluruh Iran. Pihak berwenang juga memutus akses internet secara nasional dalam upaya meredam kerusuhan tersebut.

Melonjaknya inflasi dan anjloknya mata uang Iran terhadap dolar AS jadi pemicu awal. Protes yang bermula karena alasan ekonomi ini kini berubah lebih politis. Demonstran meneriakkan slogan menentang Ayatollah Ali Khamenei, otoritas tertinggi di negara itu, baik di Teheran maupun kota-kota lainnya.

NetBlocks, kelompok pemantau internet, menyatakan di X bahwa internet telah diputus total di seluruh negeri pada Kamis sore waktu setempat. Menurut para analis, ini adalah taktik yang sering digunakan pejabat dalam protes sebelumnya untuk mencegah meluasnya kerusuhan dan bocornya video kekerasan ke luar negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iran kini berada di tengah pemadaman internet nasional," kata kelompok tersebut yang dikutip detikINET dari NBC.

ADVERTISEMENT

Pihak berwenang kewalahan membendung protes yang sudah berlangsung selama 12 hari, dan para pejabat tinggi memberikan pesan bertentangan tentang cara menangani kerusuhan.

Presiden Masoud Pezeshkian menyampaikan pesan perdamaian dan mengatakan kekhawatiran pengunjuk rasa harus didengar. Sementara kelompok garis keras mengeluarkan peringatan. Kepala kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, mengatakan tidak ada ampun bagi mereka yang membantu musuh melawan Republik Islam.

Organisasi Hak Asasi Manusia Hengaw, melaporkan bahwa pasukan keamanan telah membunuh 42 orang selama protes, termasuk enam anak-anak. Tindakan keras ini bisa berakibat fatal bagi pemerintah.

Minggu lalu, Presiden Donald Trump mengancam akan melakukan intervensi di Iran jika lebih banyak pengunjuk rasa terbunuh. Ia mengulangi ancaman itu dalam wawancara di "The Hugh Hewitt Show."

"Saya sudah memberi tahu bahwa jika mereka mulai membunuh orang, yang cenderung mereka lakukan selama kerusuhan mereka, mereka sering mengalami kerusuhan, jika mereka melakukannya, kami akan menghajar mereka dengan sangat keras," kata Trump.

Ia juga menambahkan pesan untuk pengunjuk rasa. "Kalian harus punya tekad kuat soal kebebasan. Tidak ada yang seperti kebebasan. Kalian adalah orang-orang pemberani. Sayang sekali apa yang terjadi pada negara kalian. Negara kalian dulunya adalah negara yang hebat," ujar Trump.

Peringatan Trump memberikan tantangan tambahan bagi otoritas Iran yang belum mampu meredam kerusuhan di jalanan dan merasa terancam oleh penangkapan mengejutkan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro, sekutu dekat mereka.

Video yang beredar online menunjukkan kerumunan besar pengunjuk rasa di kota-kota besar Teheran, Mashhad yang lama dianggap basis konservatif pendukung pemerintah, dan Isfahan, serta kota-kota kecil seperti Kermanshah di Iran barat.

Sebuah video yang diverifikasi NBC News memperlihatkan sedan putih menabrak sekelompok pasukan keamanan yang sedang berjalan di jalanan Mashhad.

Video yang diunggah oleh BBC Persian menunjukkan pasukan keamanan menembaki pengunjuk rasa di kota Dezful, Iran barat, sementara video lain memperlihatkan kebakaran besar di kantor lembaga penyiaran negara, Islamic Republic of Iran Broadcasting, di Isfahan. Sejauh ini, tidak ada pihak yang mau mundur.




(fyk/fay)





Hide Ads