Namanya Greg Gopman, pendiri perusahaan teknologi bernama AngelHack. Sekitar sebulan lalu, Twitter merekrutnya sebagai manajer bisnis virtual reality. Namun belum lama ini, ia mengaku dipecat karena berita soal status Facebook yang ditulisnya di masa lalu muncul kembali.
Media teknologi TechCrunch memberitakan Gopman di tahun 2013 pernah menulis status panjang yang sangat merendahkan kaum gelandangan di kota San Francisco. Pihak Twitter sepertinya membaca berita itu dan memutuskan untuk memberhentikan Gopman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Istimewa |
"Bedanya dengan kota kosmopolitan lain, mereka yang lebih rendah di masyarakat memisahkan diri. Mereka diam dan biasanya tak mendekatimu. Mereka sadar adalah hak istimewa jadi bagian dari kota yang beradab dan memandang mereka sendiri sebagai tamu. Dan itu okay," tambah dia.
"Di tengah kota SF, mereka berkumpul seperti hyena, meludah, kencing, mengganggumu, menjual narkoba, mereka bertindak seolah kota ini milik mereka. Seperti tempat untuk senang-senang. Padahal itu adalah lokasi bisnis dari salah satu kota termakmur di AS. Aku merasa tidak aman," semburnya.
Twitter sepertinya tak senang dengan status itu walau sudah lama berlalu dan memutuskan memecat Gopman. Tapi ada yang membela Gopman karena pernyataannya itu sedikit banyak ada benarnya. San Francisco memang dipenuhi banyak gelandangan.
"Aku senang bisa tetap hidup secara offline, jadi semua kesalahanku bisa tetap privat, tak bisa dipantau orang lain," tulis sebuah komentar online menanggapi kasus tersebut yang dikutip detikINET dari SfGate, Jumat (21/10/2016).
(fyk/ash)
Foto: Istimewa