Dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (20/10/2016), bus tanpa sopir itu dirasa perlu di Singapura karena tenaga kerja di sana terbatas. Pemerintah Singapura berharap kendaraan otomatis akan memicu lebih banyak warga menggunakan transportasi umum.
"Mereka mengatakan impian besar dimulai dari hal kecil, jadi kami berkolaborasi dengan Nanyang Technological University untuk trial bus otonom, dimulai dengan dua bus listrik," sebut regulator transportasi Singapura, Land Transport Authority (LTA).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di seluruh dunia fokusnya adalah mobil otonom. Trial bus otonom ini adalah yang pertama kali di Singapura yang tujuannya meningkatkan keselamatan berkendara, menurunkan tingkat kemacetan, polusi dan terbatasnya pekerja," sebut profesor Lam Khin Yong dari NTU.
Foto: tpsdave/Pixabay |
Selain bus otomatis, Singapura juga telah mengizinkan uji coba taksi otomatis buatan startup nuTonomy. Uji coba itu sedang berlangsung dengan ambisi menyediakan armada taksi otonom yang nyaman bagi warga Singapura.
Singapura sendiri dikenal dengan sistem transportasinya yang sangat efisien, bersih, serta tepat waktu. Kereta subway telah menghubungkan ke seluruh penjuru negara kota itu. (fyk/ash)
Foto: tpsdave/Pixabay