BERITA TERBARU
Senin, 16 Mei 2016 10:01 WIB

Uji Coba Kereta Penakluk Pesawat Diiringi Suara Sumbang

Fino Yurio Kristo - detikInet
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Nevada, AS - Saat ini sedang hangat diperbincangkan mengenai hyperloop, semacam kereta yang dikatakan lebih cepat dari pesawat terbang. Digagas oleh Elon Musk, taipan pemilik perusahaan mobil listrik Tesla, uji coba awal hyperloop telah dilakukan.

Dikutip detikINET dari Reuters, uji coba awal dilakukan perusahaan Hyperloop One yang digagas Musk, di gurun pasir Nevada. Sebuah kereta mungil seukuran mobil yang didayai elektromagnet berhasil melaju 160 km per jam. Dan hanya butuh 1,1 detik untuk tembus 100 km per jam.

Uji coba selanjutnya akan lebih kompleks, di mana kereta itu dibekali kapsul yang rencananya untuk mengangkut penumpang. Hyperloop One sendiri sudah membuat pipa pipa raksasa, tempat di mana kapsul akan melaju dengan kecepatan dahsyat, hingga 1.207 km per jam.

Brogan Bambrogan, eksekutif Hyperloop One merasa puas dengan uji coba awal tersebut. "Pengembangan teknologi bisa menjadi hal yang sangat tricky. Soalnya Anda tidak akan pernah tahu apakah uji coba akan berjalan seperti Anda inginkan," katanya.

Seperti diberitakan, infrastruktur hyperloop berupa jalur khusus dengan wujud pipa raksasa, serta sebuah kapsul di dalamnya. Nah, pipa raksasa tersebut dibuat mendekati vakum yang menjadi kunci mengapa kapsul hyperloop bisa melaju sangat kencang.

Pasalnya, dengan tipisnya kepadatan udara di dalam pipa akan sangat meminimalisir gesekan antara kapsul dan udara di dalam pipa tersebut. Maka secara teori, hyperloop diklaim akan menembus kecepatan hingga setara 1207 km per jam, jauh lebih cepat dari pesawat terbang.

Seperti biasa, kedatangan teknologi baru disambut dengan beragam kritik. Elon Musk mengklaim biaya pembuatannya lebih rendah dibanding proyek transportasi masa depan lainnya. Namun klaim itu dianggap kurang tepat.

"Hyperloop itu mungkin memang menjanjikan, namun masih belum terbukti dan masih sebatas ide. Sedangkan kereta kecepatan tinggi adalah teknologi yang sudah terbukti dan sudah digunakan di seluruh dunia selama beberapa dekade," kata Lisa Mare Alley, juru bicara California High Speed Rail Authority.

Tantangan hyperloop menurutnya sama dengan infrastruktur besar lainnya. Termasuk pendanaan, iizin lingkungan, dan lain sebagainya. "Itu semua tidak akan mudah," tambah Lisa.

Alon Levy, ahli matematika di Amerika Serikat mengatakan estimasi biaya hyperloop belum memperhitungkan banyak hal. "Kupikir hyperloop bisa dibuat. Namun untuk membuatnya bekerja membutuhkan jauh lebih banyak biaya dari yang mereka pikirkan," kata dia.

Hyperloop sendiri diperkirakan bisa diwujudkan di tahun 2020 jika semua bisa berjalan sesuai rencana. Kita nantikan saja.

(fyk/ash)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.