Sejumlah moda transportasi online berlomba-lomba membantu evakuasi warga dari tempat kejadian teror bom Sarinah dengan menawarkan diskon hingga menggratiskan layanan. Namun sayangnya, tak semua pelanggan merasa happy.
Pasca ledakan tadi siang, Kamis (14/1/2016), GrabTaxi, Go-Jek dan Uber langsung memunculkan notifikasi mengenai penawaran bantuan ini di aplikasi mereka. Dalam pantauan detikINET di sekitar lokasi kejadian, banyak pelanggan yang langsung berebut mengambil kesempatan untuk pulang gratis.
Pilihan pertama jatuh pada Go-Jek. Sayangnya aplikasi buatan Nadiem Makarim dkk ini macet saat melakukan proses booking driver. Kemungkinan karena begitu banyak yang mengakses. Melalui timeline Twitter, banyak yang melaporkan keluhan yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin gara2 gratisan, aplikasi gojek sampe down dan grab bike "can't find a driver" mulu dari tadi," tulis pengguna lain melalui akun @LaAngelaG. Keluhan lain yang serupa juga banyak ditemui di timeline media sosial ini.
Mereka pun mencari bantuan lain ke opsi berikutnya, GrabBike. Sempat pula terjadi kesulitan mengakses aplikasi. Sayangnya, ketika akhirnya aplikasi sudah terbuka, maps ketersediaan driver memperlihatkan tidak ada driver yang bisa dibooking saat itu.
Beralih ke aplikasi Uber, layanan ride-sharing ini menawarkan tumpangan gratis untuk argo hingga Rp 100 ribu. Belum beruntung, bahkan sampai ada yang mencoba hingga tiga kali, namun tidak ada driver yang tersedia di kawasan tersebut.
Akhirnya, ada pelanggan mencoba kembali alternatif awalnya dengan membuka GrabTaxi, namun kali ini dengan memilih opsi GrabCar. Untuk layanan ini, ditawarkan perjalanan gratis senilai Rp 50 ribu bagi penumpang.
Pelanggan yang biasa dipanggil Mamat ini akhirnya berhasil mendapatkan driver yang dibutuhkan setelah empat kali mencoba. Ia pun akhirnya pulang dengan menempuh perjalanan dari sekitar Gedung Kementerian Kominfo di Jakarta Pusat ke daerah Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan.
Menurut pengalamannya, biasanya ia harus membayar tarif Rp 58.000. Namun sesuai yang sudah dijanjikan, tarif yang dibayarkan oleh Mamat hanya Rp 8.000 saja atau selisih dari tarif biasanya yang sudah dipotong penawaran diskon tadi.
Tak dipungkiri, kejadian semacam ini memang kerap jadi ajang promosi para penyedia jasa transportasi online. Meski nyatanya pengguna sangat terbantu dengan adanya uluran bantuan seperti ini, namun kesiapan server mereka pun menjadi catatan tersendiri agar tidak mudah down ketika diserbu para pengakses.
(rns/rou)