Menurut Direktur e-Business Ditjen Aptika Kemenkominfo Azhar Hasyim, lebih dari 50% pelaku e-commerce di Indonesia menginginkan kualitas layanan yang lebih baik.
"Jika ini tercapai, mereka menjadi loyal alias mau kembali kepada situs yang sama dan menjadi kurang sensitif terhadap perubahan harga. Jadi, kalau e-Commerce mau setop banting-bantingan harga, tingkatkan kualitas layanan," ujarnya di sela workshop di Menara Peninsula, Rabu (2/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dilihat dari hasil Proliferasi e-Commerce yang kami lakukan, pembeli atau penjual di e-commerce memiliki loyalitas tinggi dengan syarat mendapatkan kualitas layanan yang baik," papar Azhar lebih lanjut.
Dijelaskannya, ukuran kualitas layanan yang baik itu di antaranya, bantuan secara online, kemudahan penggunaan, kepastian, empati, dan kenyamanan seperti tak adanya banner yang menggangu dalam proses pembelian.
Lebih lanjut Azhar memprediksi, e-commerce akan mendongkrak Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 22% pada tahun 2020 dengan asumsi pertumbuhan 50% setiap tahunnya. Diperkirakannya pada akhir 2015, nilai bisnis e-commerce tanah air sekitar USD 18 miliar. Pada 2020, akan mencapai USD 130 miliar.
"Jika itu tercapai maka sama saja dengan memberika kontribusi sebesar 22% terhadap PDB. Kita punya kekuatan kalau dilihat dari sisi 93,4 juta pengguna internet dan 71 juta pengguna smartphone di Indonesia. Angka ini akan naik signifikan di tahun depan seiring rencana pemerintah menggelar internet di seluruh wilayah Indonesia dan mendorong penjualan smartphone 4G murah," pungkasnya.
(rou/rns)