Senin, 19 Okt 2015 15:03 WIB

Setahun, Jokowi Kebanjiran Petisi Online

Adi Fida Rahman - detikInet
Jakarta - Selama satu tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo berjalan, berbagai pihak telah memberikan penilaian, termasuk para netizen. Lantas, apa kata netizen tentang Jokowi?

Hasilnya, ternyata mantan Gubernur DKI Jakarta ini dinilai cukup mendengarkan suara-suara warga di media sosial. Demikian disampaikan Arief Aziz, Direktur Kampanye Change.org Indonesia dalam diskusi bertajuk "Setahun Jokowi, Apa Kata Netizen?" yang berlangsung di Warung Daun di Cikini, Jakarta, Selasa (19/10/2015).

Dikatakan oleh Arief, pemerintah saat ini lebih mudah mendengar petisi dan asipirasi dari netizen. Berbeda dengan pemerintah sebelumnya yang seakan masih sulit untuk menerima.

"Sekarang ini Pak Jokowi dan Pak JK memiliki sikap yang positif terhadap media sosial. Karenanya mereka punya Twitter, Facebook dan segala macam. Beberapa menterinya pun bahkan menggunakan petisinya secara langsung untuk menyampaikan respons mereka terhadap aspirasi masyarakat," ujarnya.

Pihak Change.org Indonesia sendiri mencatat selama setahun memerintah, Pemerintahan Jokowi mendapatkan 789.307 tanda tangan dari petisi online. Dari jumlah tersebut, mayoritas petisi ditujukan langsung ke Presiden Jokowi.

"Petisi online paling banyak ditujukan ke Pak jokowi, lalu ke Polri, Menteri dan Badan lainnya," jelas Arief.

Lebih lanjut ia memaparkan 10 petisi yang paling banyak ditandatangani para netizen. Adapun petisi tersebut yakni
- Pencairan Dana Jaminan Hari Tua (JHT) - 111.012 tanda tangan
- Pembunuhan Salim Kancil - 50.625 tanda tangan
- Kebencian Rasial di Internet - 50.523 tanda tangan
- Kriminalisasi KPK - 46.615 tanda tangan
- Pevisi UU KPK - 45.615 tanda tangan
- Pembunuhan Angeline - 41.732 tanda tangan
- Darurat Asap - 34.624 tanda tangan
- Insiden Tolikara - 35.036 tanda tangan
- Budi Gunawan - 34.666 tanda tangan
- Dukungan FCTC - 30.169 tanda tangan

Dari munculnya petisi-petisi di atas, kata Arief, beberapa kasus diputuskan untuk ditangguhkan. Namun ada pula masalah yang belum terselesaikan. Karena itu ia berharap ke depannya pemerintah dapat lebih mendengarkan aspirasi dari para di dunia maya.

"Semoga makin banyak menteri dan badan lainnya yang menanggapi secara langsung petisi online pada kolom yang telah kita sediakan. Kita harapkan presiden pun dapat menjawab dan merespons petisi online yang digaungkan netizen," tutup Arief.

(ash/ash)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed