Bisnis layanan ojek digital semakin marak dan digandrungi sebagai sebuah peluang usaha. Setelah Go-Jek, Grab Bike, dan Blu-Jek, kini muncul TopJek yang punya ambisi tinggi untuk menjadi pemain nomor satu di antara para pesaingnya.
"Sesuai dengan namanya, yakni TopJek, perusahaan kami fokus kepada kualitas sehingga diharapkan agar layanan kami bisa menjadi nomor satu dan terdepan, melampaui pesaing lainnya," ujar Cempaka Adinda, Direktur dan Share-Holder TopJek ketika ditemui detikINET di kantornya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2015).
TopJek sendiri, lanjut Adinda, tercipta karena kebutuhan akan jasa terus meningkat dan berevolusi. Sehingga ia dan pihaknya masih melihat adanya peluang dalam tren ojek digital.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak seperti Go-Jek dan lainnya yang sudah mengaspal, TopJek saat ini masih dalam tahap merintis. Dengan bermodal spanduk yang dipajang di depan kantornya di Jalan Rawa Bambu Raya No. 21 B-C, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, TopJek membuka lowongan kerja bagi calon pengemudinya.
Tertulis beberapa syarat, seperti fotokopi KTP, SIM, STNK, pas foto 4x6, foto motor, foto plat nomor motor, nomor ponsel, dan email. Agar tidak terjadi penumpukan pelamar, TopJek juga membuka pendaftaran secara online melalui situsnya, yakni drive.topjek.com.
Tak hanya itu, TopJek pun memiliki kriteria khusus bagi calon pendaftarnya. "Yang kami kedepankan untuk calon pengemudi ini yang pasti harus memiliki smartphone Android, usia sekitar 40 tahun ke bawah, dan motor dengan rentang usia antara tiga sampai lima tahun," ucap Adinda.
Lalu bagaimana dengan calon pengemudi yang tidak memiliki smartphone Android? "Sejauh ini di awal mereka harus memiliki ponsel Android. Tapi, tidak menutup kemungkinan kami akan memberlakukan sistem cicilan smartphone Android bagi pengemudi. Tapi untuk sementara mereka harus punya ponsel Android," pungkasnya.
(fyk/fyk)