Senin, 03 Agu 2015 15:20 WIB

Jet Tercanggih & Termahal Ini Sudah Siap Tempur

Fino Yurio Kristo - detikInet
F 35 (gettyimages) F 35 (gettyimages)
Jakarta -

Setelah melalui proses pembuatan dan uji coba yang cukup lama, pesawat jet F 35 Joint Strike Fighter akhirnya mulai dioperasikan oleh militer Amerika Serikat. Pesawat tempur yang katanya tercanggih dan paling mahal ini mulai digunakan oleh Marinir AS.

F-35 memiliki kemampuan super lengkap. Mulai kemampuan siluman nan canggih, kecepatan supersonik, lincah, serta mampu mengacak radar. Ia dibekali kemampuan berbagi data dengan pesawat lain. Helm sang pilot bisa melihat seluas 360 derajat.

Jenderal Joseph Dunford, komandan Marine Corps, menyatakan pihaknya setuju kalau satu skuadron yang terdiri dari 10 unit F 35 telah siap dipakai. Artinya, skuadron yang bermarkas di Yuma, Arizona itu bisa dioperasikan ke seluruh dunia jika diperlukan.

"Pesawat ini mampu melakukan dukungan udara jarak dekat, serangan ofensif dan defensif, pencegatan di udara dan sebagainya," kata Joseph yang dikutip detikINET dari Washington Times, Senin (3/8/2015).

F 35 telah dikembangkan Lockheed Martin hampir 14 tahun lamanya, banyak mengalami penundaan dan diiringi berbagai kontroversi termasuk masalah teknis. Bahkan Mei lalu, mesin sebuah unit F 35 sempat terbakar saat lepas landas.

Bagaimanapun, F 35 adalah jet tempur masa depan AS. Departemen Pertahanan AS, Pentagon, berencana membeli sampai 2.400 jet F 35 dengan nilai sekitar USD 400 miliar.

Versi yang siap dioperasikan adalah F 35B yang merupakan varian paling canggih. Harganya sekitar USD 134 juta per unit. Kemampuannya yang paling menonjol adalah mampu lepas landas dan mendarat di landasan pendek atau bahkan secara vertikal seperti helikopter.

Ongkos pembuatan F 35 telah menggelembung dua kali lipat dari estimasi awal yang membuat proyek ini menuai kritik. Bahkan meskipun kini sudah mulai dioperasikan, kritik tetap berdatangan.

Terutama kemampuan pertempuran udara F 35 yang dinilai belum maksimal dibandingkan jet lain. Dalam simulasi melawan pesawat F 16, F 35 masih dinilai kewalahan, tidak menampakkan kemampuannya yang dikatakan tercanggih.

Kemampuan tempurnya juga masih terbatas. Pasalnya, sistem persenjataan F 35 belum akan benar-benar siap sampai 2017 sehingga membatasi kemampuannya.

Marinir AS menyatakan F35 B memang akan beroperasi tanpa beberapa fitur kunci, termasuk sensor yang memungkinkannya berkomunikasi dengan pesawat lain. Helm untuk pilot yang akan meningkatkan pandangan kala malam juga belum sepenuhnya siap.

Masalah lain terletak pada software pesawat itu yang belum di-update untuk melakukan semua fungsi serangan. Masalah software ini mungkin baru selesai pada tahun 2019.

Tapi pihak Marinir menyatakan F 35 dalam kondisinya saat ini tetap sebuah peningkatan signifikan dari pesawat jet yang ada sekarang. "Saya sangat yakin bisa mengirimkannya ke seluruh bagian dunia," kata Letjen Jon Davis dari Marinir AS.

F 35B masih bisa membawa misil dan bom meskipun jumlahnya terbatas karena seperti disebutkan, persenjataan yang dikhususkan untuk jet ini belum siap. Di pihak lain, Angkatan Udara AS diharapkan sudah bisa mengoperasikan F 35 mulai tahun depan.

(fyk/yud)