Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Jokowi Sang 'Presiden Media Sosial'

Jokowi Sang 'Presiden Media Sosial'


- detikInet

Jokowi (detikFOTO)
Jakarta -

Tak lama lagi, Joko Widodo dan Jusuf Kalla akan dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia yang baru. Ini menjadi hari bersejarah bagi Indonesia, karena di pemilu tahun ini, media sosial mempunyai peranan besar bagi keduanya menuju istana.

Minggu lalu, CEO Facebook Mark Zuckerberg sampai datang menyambangi Jokowi dan terkesan dengan bagaimana cara mantan Gubernur Jakarta itu memanfaatkan layanannya untuk berinteraksi dengan pendukungnya.

Bila menengok ke belakang, Jokowi memang bukan hanya dirinya yang memanfaatkan Facebook untuk berinteraksi. Buktinya, saingannya, Prabowo Subianto juga melakukan hal yang serupa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lihat saja, saat keduanya melakukan deklarasi untuk maju menjadi presiden, Jokowi dari dua fans page yang diverifikasi Facebook, mantan Wali Kota Solo itu ada yang mendapatkan 1,4 juta dan 1.605 'jempol'.

Sementara mantan Danjen Kopassus itu mendapatkan mendapat 5,7 juta Like. Jumlah tersebut tentu saja keduanya terus merangkak naik dan naik, seiring semakin dekat dengan Pemilihan Presiden 9 Juli lalu.

Di Twitter, nama Jokowi pun tak kalah menghebohkan. Saat kemenangan Jokowi-JK diumumkan, Twitter menyebutkan fenomena kemenangan Jokowi (@jokowi_do2) juga ikut membahana di di seantero negeri 140 karakter tersebut.

Tercatat, Jokowi juga menang dalam pemilu di Twitter, dengan menjadi topik utama terkait pemilu terbanyak di Twitter dengan jumlah 22% dari total tweet yang ada serta memiliki lebih dari 1,8 juta pengikut -- meningkat 86% atau 850.000 pengikut terhitung sejak awal tahun ini.

Sebagai tambahan, pada hari pemilihan presiden 9 Juli kemarin, terdapat percakapan tentang Jokowi di Twitter dengan jumlah total lebih dari 1 juta tweet, yang mencapai puncaknya pada pukul 15.29 WIB dengan 2.136 Tweet per Menit (TPM), 50% lebih tinggi dari percakapan tentang Prabowo Subianto.

"Tim sains data kami menganalisa dampak yang luar biasa dari pengguna Twitter di Indonesia pada pemilihan presiden kali ini," tulis Twitter dalam email.

Lebih lanjut disebutkan, rakyat Indonesia telah menggunakan Twitter sebagai sarana untuk berdiskusi dan tempat memperoleh informasi tentang pemilu dengan jumlah mencapai 95 juta tweet lebih terkait pemilu sejak awal tahun 2014 hingga hari pemilihan umum.

Mulai dari mendukung dua pasangan calon presiden hingga memperoleh berita terkini, membahas permasalahan politik hingga memeriksa informasi yang berkembang, Twitter telah menjadi sarana media sosial pilihan rakyat untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi dan mendapatkan konten politik.

Beberapa media asing memang menyebutkan bahwa Indonesia adalah Negara Twitter, dengan Jakarta sebagai Ibukotanya. Bukan karena jumlah penggunanya yang besar, namun tweet yang lebih berisik daripada negara lain.

Nah, maka tak salah rasanya setelah didedikasikan sebagai negara dan ibukota Twiiter, kalau Jokowi ditahbiskan juga sebagai Sang Presiden Media Sosial.

(tyo/tyo)







Hide Ads