Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Teknologi Jadul Ternyata Masih Eksis

Teknologi Jadul Ternyata Masih Eksis


- detikInet

Jakarta - Seiring perubahan zaman, teknologi pastinya makin maju. Namun ternyata, masih ada juga yang belum bisa move on dan tetap setia menggunakan teknologi jadul hingga kini.

Memang tak seberapa jumlahnya, tapi ada beberapa yang ternyata masih eksis di tengah gempuran teknologi baru yang jauh lebih modern. Siapa saja penggunanya? Mungkin saja, Anda salah satu di antaranya.

Yuk, langsung kita simak saja siapa yang masih setia pakai teknologi jadul ini dan apa saja teknologi yang masih dipertahankan, seperti detikINET rangkum dari berbagai sumber, Jumat (20/12/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


1. Basic Phone

Di saat orang sudah sibuk pakai internet, ternyata masih banyak yang setia menggunakan ponsel jadul basic phone untuk kebutuhan komunikasinya. Basic phone yang dimaksud adalah ponsel yang fungsinya cuma bisa telepon dan SMS saja.

Dari sejumlah riset, penggunanya ternyata masih sangat banyak. Jika pengguna smartphone dunia saat ini cuma 27,3%Β  atau sekitar 1,9 miliar dari total 6,3 miliar pengguna seluler.

Itu artinya, pengguna basic phone juga masih cukup banyak--terlepas dari yang sudah beralih ke feature phone.

2. Telepon Kabel

Meskipun jumlah pengguna ponsel terus tumbuh namun masih banyak rumah yang tetap mempertahankan telepon kabel. Kita mungkin termasuk salah satu dari belasan juta warga yang di rumahnya masih ada telepon kabel.

Di Amerika serikat, menurut sebuah data, baru sepertiga warganya yang lebih memilih ponsel nirkabel. Itu artinya, sisanya masih menggunakan telepon kabel berbasis PSTN.

Sementara di Indonesia, tercatat masih ada sekitar 9,25 juta pengguna rumahan dan perkantoran yang masih memanfaatkan sambungan telepon kabel. Mayoritas atau sekitar 3,3 juta di antaranya berdomisili di Jabodetabek.

3. PDA

Personal digital assistent alias PDA, dulu sempat booming di pertengahan tahun 1990-an. PalmPilot, yang meluncur pertama kali pada 1996 langsung menjadi gadget primadona hingga smartphone datang pada pertengahan 2000.

PDA sebenarnya tidak hilang begitu saja. Karena menurut data CEA, hingga saat ini masih ada orang yang menggunakan PDA. Malah pada 2012 lalu, sekitar 350.000 unit PDA tercatat laku terjual.

4. Internet Dial Up

Di Indonesia, internet dial up ternyata juga masih banyak digunakan meskipun koneksi Wifi sudah menjamur. Sebenarnya tidak terlalu mengherankan, karena di negara maju seperti Amerika Serikat sekalipun, internet dial up juga masih digunakan.

Menurut riset Pew Internet and American Live Project, 3% penduduk AS tercatat masih menggunakan modem telepon untuk online. Kecepatan yang digunakan lewat modem dial up rata-rata hanya 56,6 kbps, kecepatan yang sama ketika pertama kali internet diciptakan.

Hal ini dikarenakan banyak orang di AS yang masih hidup di daerah tanpa akses broadband, atau mungkin mereka tidak bersedia membayar. Oleh karena itu masih banyak operator telekomunikasi di AS yang masih menyediakan layanan 56,6 kbps. Meskipun sepertinya tidak akan lama umurnya.

5. Komputer Jangkrik

Bagi yang hidup di era 1990-an mungkin masih ingat betul dengan istilah 'komputer jangkrik'. Dulu, istilah ini sangat ngetren di pusat perbelanjaan komputer di Glodok Kota. Entah masih digunakan atau tidak sampai sekarang.

Jangkrik yang dimaksud, biasanya sering dipakai untuk istilah PC non-built up alias PC rakitan yang komponennya bisa saja hasil jangkrikan atau kanibal dari jeroan PC branded, atau bisa juga untuk komponen pilihan kita sendiri, tergantung spek yang kita mau.

Di saat orang-orang sudah mulai beralih ke PC dengan prosesor dual-core dan di atasnya, ternyata masih banyak juga yang setia bertahan dengan PC jangkrik lawas yang masih pakai prosesor pentium dan di bawahnya.

Tak cuma di negara-negara maju, di Indonesia juga masih sering kita jumpai. Mulai dari sekolah-sekolah, warnet, atau bahkan komputer di rumah-rumah. Selama masih berfungsi dengan baik, PC semacam ini rasanya masih akan eksis.

6. Mesin Fax

Perangkat yang satu ini sempat menjadi primadona sejak kemunculannya di tahun 1970-an, sebelum akhirnya teknologi internet, email dan pesan instan menginvasi dunia.

Tapi percaya atau tidak, menurut data NPD, sebanyak 350.000 unit mesin fax masih laku dibeli warga AS pada 2012 lalu, meski angka ini mengalami penurunan 14% dibanding tahun 2011.

Alasan mesin fax masih sering digunakan tak lain karena dalam peraturan, menandatangani kontrak lalu mengirimkan salinannya melalui fax masih bisa dianggap legal. Sedangkan dokumen tandatangan hasil kiriman melalui scan atau PDF tidak bisa diterima.

Di Indonesia sendiri, mesin fax masih sering dijumpai di perkantoran, atau bahkan di rumah-rumah. Tak usah jauh-jauh, di kantor detikcom juga masih ada kok. Masih aktif terima fax setiap hari bahkan.

7. Mesin Ketik

Percaya atau tidak, ternyata mesin ketik (biasa dibaca mesin tik) masih ada yang pakai. Di Amerika Serikat, misalnya, beberapa instansi pemerintahan di sana masih aktif menggunakannya.

Alasannya, selain karena pengetikan dokumen dengan mesin tik susah ditiru atau dipalsukan, mesin ketik juga dipastikan aman dari infeksi malware dan gangguan hacker.Β 

Lagian, siapa coba yang mau ngehack mesin tik?

8. Disket FDD

Nah, yang ini kayaknya lebih jadul lagi. Mungkin anak muda zaman sekarang banyak yang tidak tahu apa itu Floppy Disk Drive alias disket FDD. Padahal dulu, di era 80-90an, FDD ini cukup menggebrak sebelum era flasdisk USB.

Di bagian pemerintahan di AS, floppy disk ternyata masih digunakan. Usut punya usut, ternyata di dalam disket tersebut banyak terdapat data-data penting. Setidaknya ada sekitar puluhan ribu data file yang masih disimpat di perangkat FDD berukuran 8 inch, 5,25 inch , dan 3,5 inch.

Selain itu, mungkin juga karena belum ada cara yang mereka temukan untuk mentransfer data dari floppy disk ke teknologi komputer modern. Atau mereka mungkin cuma tidak mau repot saja. Entahlah.

9. Radio Kaset

Anak muda zaman sekarang mungkin akan bingung kalau dikasih pertanyaan, apa hubungannya kaset dengan pensil? Mungkin cuma orang-orang dari generasi 90-an yang bisa jawab.

Ya, radio tape ini dulu sempat sangat ngetren dan beken. Saking ngetrennya, kita tentu masih ingat, banyak orang yang rela menenteng-nenteng radio tape segede kotak kardus mie instant ini di pundaknya.

Namun sejak invasi iPod, teknologi kaset dianggap mulai usang dan perlahan mulai terkubur. Imbasnya mungkin seperti yang kita lihat, Aquarius Mahakam yang dulu sempat happening untuk beli kaset-kaset baru pun akhirnya tinggal sejarah.

Meski banyak orang sudah beralih ke era digital, rasanya beberapa dari kitaΒ  masih ada yang punya radio tape semacam ini. Cuma, ya mungkin jumlahnya tidak banyak.

10. Konsol Game 1st Gen

Sistem game handheld jadul mungkin sudah tidak dilirik lagi oleh banyak orang seiring dengan munculnya banyak game dengan teknologi terbaru yang sudah bisa 3D, 4D, dan seterusnya.

Namun beberapa warga masih terlihat bermain permainan jadul seperti Atari 2600, Sega Genesis, Game Cube, dan Gameboy. Banyak yang masih bertahan cuma karena di handheld tersebutlah game itu bisa enak dimainkanβ€”meski sejatinya sudah banyak emulator untuk game-game lawas.

Meski tidak ada model terbaru namun selalu ada satu-dua orang yang menjualnya di eBay or Amazon. Omong-omong soal konsol game jadul ini, ada yang masih ingat cara mendapatkan 30 nyawa dari game Contra di Nintendo?

(rou/fyk)









Hide Ads