Potensi Industri Mobile Lokal Terbuka Lebar

Potensi Industri Mobile Lokal Terbuka Lebar

- detikInet
Minggu, 18 Nov 2012 15:16 WIB
Suasana Acara (kibarkreasi)
Jakarta - Era teknologi informasi yang melaju semakin kencang membuat berbagai industri terkait juga ikut terbawa suasana. Termasuk industri mobile dimana Indonesia punya potensi sangat besar.

"Kami ingin memperlihatkan kepada khalayak yang lebih luas, terutama kepada para mahasiswa, mengenai potensi industri mobile yang sangat besar di negeri ini," kata Yansen Kamto, CEO Kibar Kreasi.

Potensi ini, ia menambahkan, mestinya dapat dieksplorasi lebih lanjut oleh para pengembang aplikasi mobile, karena kita tidak bisa hanya menjadi pengguna saja.

"Indonesia juga mampu menciptakan aplikasi yang bisa mendunia," tegasnya dalam keterangan tertulis yang dikutip detikINET, Minggu (18/11/2012).

Untuk mendorong tumbuhnya ekosistem, konsumsi yang tinggi membutuhkan munculnya konten lokal yang lebih banyak, sehingga dapat mempercepat pergerakan industri.

Oleh karena itu Appmazinc menyelenggarakan kompetisi pengembangan aplikasi mobile yang telah dimulai sejak 21 September. Kompetisi yang juga disokong oleh Qualcomm, yaitu perusahaan teknologi mobile terkemuka ini berharap dapat menjaring berbagai aplikasi berbasis Augmented Reality menggunakan teknologi dari Qualcomm, yaitu FastCV dan Qualcomm Vuforia.

Beberapa waktu lalu, konferensi Appmazinc: Mobile Apps Camp 2012 sendiri telah digelar di Pusat Studi Jepang, Kampus Universitas Indonesia, Depok. Konferensi satu hari yang bertema 'The Future of Mobile Applications Industry in Indonesia' itu bertujuan untuk memberikan informasi mengenai tren teknologi mobile terbaru dan peluangnya untuk para pengembang aplikasi mobile di berbagai platform.

Para pembicara coba memaparkan berbagai insight seputar inovasi maupun peluang dalam pengembangan berbagai aplikasi di smartphone maupun perangkat mobile lainnya.

Mereka yang ikut ambil bagian adalah Country Director Qualcomm Indonesia Ben Siagian, Keith Hong selaku Application & Ecosystem Lead Qualcomm South East Asia/Pacific Region, VAS Manager Indosat Diana M. Sevi, Founder M-Saku Mobile Payment Izak Jenie, Managing Director AR&Co Peter Shearer, Chief Technology Officer 7 Langit Oon Arfiandwi, CEO Altermyth Studio Dien Wong, serta Andy Zain – Founder & CEO Numedia Global.

Selain konferensi, event ini juga menggelar pameran bursa kerja yang dilangsungkan selama dua hari pada tanggal 16 dan 17 November 2012 di area Pusat Studi Jepang, kampus Depok, Universitas Indonesia.

Dalam pameran tersebut, berbagai perusahaan pengembang aplikasi, handset, maupun penyedia layanan telekomunikasi seperti Qualcomm, Indosat, 7 Langit, AR&Co., Jatis Mobile, Altermyth Studio, PT RUMA, dan Icehouse, membuka lowongan pekerjaan bagi lulusan dari berbagai disiplin ilmu.

(ash/ash)