Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Mirip Kostum Iron Man, Pakaian Robotik Ini Bisa Terpasang Otomatis

Mirip Kostum Iron Man, Pakaian Robotik Ini Bisa Terpasang Otomatis


Panji Saputro - detikInet

Para peneliti dari KAIST Korea Selatan dan Universitas Stanford memperkenalkan karyanya yang spektakuler, sebuah pakaian robotik yang dapat terpasang secara otomatis. Mirip kostum Iron Man kepunyaan Tony Stark.
Pakaian robotik. Foto: X.com/Dovydas44444
Jakarta -

Para peneliti dari KAIST Korea Selatan dan Universitas Stanford memperkenalkan karyanya yang spektakuler, sebuah pakaian robotik yang dapat terpasang secara otomatis. Mirip kostum Iron Man kepunyaan Tony Stark.

Pakaian ini dapat menyesuaikan ukuran tubuh pemakainya. Proses mengenakan pakaian ini secara otomatis tanpa bantuan tangan diklaim dapat berlangsung selama 10 detik.

CNA melaporkan, Kamis(23/7/2026), para ilmuwan menggunakan sistem bertenaga udara yang ditanamkan langsung ke pakaiannya. Praktiknya pakaian akan terdorong dari bawah ke atas dengan membalikkan bagian dalam ke luar, untuk mendorongnya mengikuti bentuk tubuh pemakainya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Cara kerjanya terinspirasi oleh tanaman rambat. Lalu untuk mendorong pakaian dari bawah ke atas, mereka menaruh dua tabung yang letaknya ada di bagian ujung dekat kaki. Dengan begitu, pakaian akan terdorong secara stabil meskipun permukaan melengkung.

"Tumbuhan ini dapat melewati celah sempit, tumbuh sambil beradaptasi dengan bentuk lingkungan sekitarnya, dan bergerak tanpa mempedulikan apakah permukaannya licin, lengket, atau miring," kata seorang profesor teknik sipil dan lingkungan di KAIST, Ryu Jee-Hwan.

Peneliti pascadoktoral KAIST, Kim Nam-gyun, mengaku mendapatkan ide tersebut saat bersepeda di tengah hujan. Kemudian dirinya membayangkan, bagaimana jadinya kalau saat bersepeda, ada jas hujan yang bisa mengembang sendiri. Penelitian ini pun diterbitkan di IEEE Robotics and Automation Letters dan memenangkan Penghargaan IEEE KAIST 2024.

"Saat saya sedang bersepeda, hujan mulai turun... dan saya berpikir akan sangat membantu jika jas hujan bisa dipasang secara otomatis (saat saya bersepeda)," kata Nam-gyun.

Para peneliti melihat potensi penggunaan pakaian robotik ini di ruang bersih semikonduktor. Menurut mereka, ini akan memangkas waktu cukup banyak, karena biasanya mengenakan pakaian pelindung tersebut dapat memakan waktu 15 hingga 30 menit.

Namun perlu diketahui terlebih dahulu, bahwa teknologi ini masih berupa prototipe eksperimental. Saat ini belum ada tanggal perilisannya.

Tambahan informasi, Korea Selatan belakangan ini memang berada di garis depan dalam bidang robotika. Awal 2026, negara tersebut meluncurkan robot biksu humanoid pertamanya, yang secara resmi diinisiasi dalam sebuah upacara di Kuil Jogye, Seoul.



(hps/fay)




Hide Ads
LIVE