Produsen case ponsel Rhinoshield punya cara unik untuk membuktikan ketangguhan produknya. Alih-alih melakukan drop test atau uji jatuh dari ketinggian normal, mereka membalut iPhone 17 Pro dengan case unggulannya dan menjatuhkannya dari ketinggian lebih dari 100.000 kaki atau 30,6 km.
Aksi nekat ini dilakukan Rhinoshield dengan bantuan Sent Into Space, perusahaan kedirgantaraan asal Inggris. Rhinoshield mendapatkan ide ini setelah meluncurkan lini produk case AirX yang memadukan ketangguhan dan kemudahan daur ulang.
Rhinoshield mengatakan desain case AirX terinspirasi dari airbag atau kantung udara yang dipakai di mobil dan sistem bantalan udara yang digunakan di sepatu. Mereka menggabungkan struktur yang dimaksud untuk menyerap energi benturan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
iPhone 17 Pro yang dibalut case AirX dibawa ke stratosfer di ketinggian 100.418 kaki atau sekitar 30.607 meter, tiga kali lebih tinggi daripada ketinggian jelajah pesawat komersial. menggunakan balon udara. Ponsel itu kemudian dilepas dan dibiarkan jatuh bebas tanpa menggunakan parasut.
Ajaibnya, iPhone 17 Pro itu masih berfungsi seperti biasa meski baru saja jatuh dari ketinggian ekstrem. Aksi ini berhasil memecahkan Guinness World Records untuk aksi menjatuhkan ponsel dalam balutan casing dari titik tertinggi ke permukaan alami.
Sebagai syarat untuk mendapatkan rekor tersebut Guinness World Records mengharuskan ponsel jatuh tanpa parasut dan casing harus menyentuh tanah secara langsung terlebih dulu.
Tantangannya bukan sekedar bertahan dari benturan. Di ketinggian puluhan kilometer di atas Bumi, suhu dan tekanan atmosfer berbeda jauh dibandingkan kondisi di permukaan.
Rhinoshield mengatakan timnya telah melakukan pengujian suhu dan tekanan di bawah nol derajat untuk mempersiapkan casing dan ponsel sebelum upaya pemecahan rekor tersebut, seperti dikutip dari Interesting Engineering, Senin (7/9/2026).
Tantangan Rhinoshield belum berakhir setelah iPhone 17 Pro itu dijatuhkan dan mendarat di Bumi. Mereka meluncurkan ponsel tersebut di dekat Pusat Antariksa Esrange, area terlarang di utara Swedia yang biasa digunakan untuk operasi kedirgantaraan. Area ini dipilih karena tidak berpenghuni sehingga mengurangi risiko bagi warga di darat.
Saking luasnya, tim Rhinoshield dan Sent Into Space kesulitan mencari iPhone tersebut setelah mendarat di Bumi. Bahkan setelah mempersempit area pendaratan menjadi dua kilometer, tim menghabiskan lebih dari lima jam mencari ponsel tersebut di hutan belantara. Ketika iPhone 17 Pro itu akhirnya ditemukan, Guinness World Records mengatakan bahwa ponsel itu selamat dari jatuh tanpa kerusakan.

