Hunter Moore, demikianlah nama sang pria yang usianya baru 25 tahun ini. Ia meraup hingga USD 13 ribu per bulan dengan membuat website tersebut.
Sekitar 200 ribu orang mengaksesnya setiap hari. Isinya adalah gambar telanjang orang-orang yang dipublikasikan tanpa seizin yang bersangkutan, lengkap dengan nama dan lokasi mereka. Bahkan tak jarang juga profil Facebook mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentu saja para korban yang merasa fotonya dipublikasikan tanpa izin tidak terima. Bahkan Facebook turut memprotes karena kelakuan Moore dianggap mengganggu usernya.
Namun sampai sekarang, website tersebut masih beroperasi. Website Moore agaknya diproteksi oleh peraturan di Amerika Serikat.
"Aku tidak peduli, aku tidak akan berhenti," ketus Moore yang dikutip detikINET dari Sydney Morning Herald, Rabu (14/12/2011). Websitenya sendiri tidak disebut identitasnya.
Moore beralasan orang-orang yang tampil di situsnya itu ceroboh sehingga foto bugilnya bisa tersebar. Ia ingin memberi mereka pelajaran.
Di bawah hukum kebebasan bicara AS, website dilindungi jika kontennya berasal dari pihak ketiga. Para korban dinilai masih bisa menggugat dengan menggunakan hukum Computer Fraud and Abuse Act.
(fyk/ash)