Kritik mengatakan kehadiran domain .xxx justru menjadi semacam restu dari otoritas terhadap keberadaan website cabul dan akan menyuburkan pornografi di dunia maya. Hal ini disuarakan oleh beberapa lembaga agama.
"Keberadaan domain .xxx akan meningkatkan dan bukannya menurunkan penyebaran pornografi di internet. Domain ini bahkan akan lebih merusak bagi anak, keluarga dan komunitas," tukas Patrick Tueman, CEO of Morality in Media.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada indikasi satu juta ketertarikan untuk mendapatkan domain .xxx. Namun belum ada satupun perusahaan porno mengumumkan rencananya menutup situs .com dan beralih ke domain .xxx. Pornografi di internet mungkin akan menjadi dobel dengan adanya domain .xxx," kata Tueman.
Bermacam kontroversi memang menaungi kehadiran domain .xxx. Namun regulator bersikeras tujuan mereka adalah untuk melindungi pengguna internet.
"Meski hiburan dewasa disenangi sebagian orang, namun kontennya tidak cocok untuk semua kalangan. Setiap situs .xxx mempunyai identifikasi visual yang jelas," kata Stuart Lawley, CEO ICM Registry yang membantu penciptaan .xxx.
Pebisnis porno sendiri sejatinya tidak serta merta senang dengan domain .xxx. Mereka rupanya takut domain tersebut mempermudah pemerintah di berbagai negara memblokir website besutannya.
(fyk/ash)