Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Domain .xxx Suburkan Esek-esek di Internet

Domain .xxx Suburkan Esek-esek di Internet


- detikInet

Washington - Sekitar 100 ribu alamat domain berakhiran .xxx siap live di internet, sebagian besar di antaranya website porno. Beberapa pihak menilai domain .xxx ide bagus karena situs porno dikumpulkan tersendiri. Namun tak sedikit beropini sebaliknya.

Kritik mengatakan kehadiran domain .xxx justru menjadi semacam restu dari otoritas terhadap keberadaan website cabul dan akan menyuburkan pornografi di dunia maya. Hal ini disuarakan oleh beberapa lembaga agama.

"Keberadaan domain .xxx akan meningkatkan dan bukannya menurunkan penyebaran pornografi di internet. Domain ini bahkan akan lebih merusak bagi anak, keluarga dan komunitas," tukas Patrick Tueman, CEO of Morality in Media.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terlebih lagi sejatinya pebisnis porno belum diwajibkan memakai domain .xxx meski arahnya cenderung ke sana. Saat ini seperti detikINET kutip dari DailyMail, Kamis (8/12/2011), mereka masih boleh memakai domain .com.

"Ada indikasi satu juta ketertarikan untuk mendapatkan domain .xxx. Namun belum ada satupun perusahaan porno mengumumkan rencananya menutup situs .com dan beralih ke domain .xxx. Pornografi di internet mungkin akan menjadi dobel dengan adanya domain .xxx," kata Tueman.

Bermacam kontroversi memang menaungi kehadiran domain .xxx. Namun regulator bersikeras tujuan mereka adalah untuk melindungi pengguna internet.

"Meski hiburan dewasa disenangi sebagian orang, namun kontennya tidak cocok untuk semua kalangan. Setiap situs .xxx mempunyai identifikasi visual yang jelas," kata Stuart Lawley, CEO ICM Registry yang membantu penciptaan .xxx.

Pebisnis porno sendiri sejatinya tidak serta merta senang dengan domain .xxx. Mereka rupanya takut domain tersebut mempermudah pemerintah di berbagai negara memblokir website besutannya.


(fyk/ash)




Hide Ads