Hal inilah yang tengah digalakkan Bank Sinar Harapan Bali yang merupakan anak perusahaan Bank Mandiri, operator seluler Axis, dan IFC -- anggota kelompok Bank Dunia dalam menggelar layanan mobile banking Sinar Sip.
IGN Alit Asmara Jaya, Direktur IT dan Operation Bank Sinar mengatakan, layanan Sinar Sip dapat digunakan seluruh nasabah Bank Sinar dan masyarakat umum, khususnya mereka yang tinggal di daerah pedesaan. Namun masih belum mendapatkan layanan perbankan tradisional untuk menikmati manfaat layanan keuangan via teknologi seluler.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inisiatif layanan terbaru ini sejalan dengan fokus bisnis kami yang bergerak di segmen mikro dan UKM," tukas Alit, dalam jumpa pers di Sanur Paradise Grand Hotel, Bali, Senin (28/11/2011).
Rico Usthavia Frans, SVP Electronic Banking Group Bank Mandiri menambahkan, layanan perbankan memang masih kalah jauh dari sisi jumlah pelanggan dari bisnis seluler.
"Jika seluler sudah memiliki lebih dari 200 juta pelanggan, maka jumlah rekening di bank secara nasional baru sekitar 60 juta. Ini kan jauh sekali perbedaannya," tukasnya.
Untuk itu, agar kebiasaan mencicipi layanan perbankan bisa lebih merakyat, industri perbankan berkolaborasi dengan industri seluler untuk menggenjot penetrasinya.
"Ya, harus diakui, di pedesaan layanan. seluler masih lebih dikenal oleh masyarakat ketimbang layanan perbankan," lanjut Rico.
"Kita juga terus mencari tahu, apakah ini karena layanan perbankan sulit dijamah atau apa? Jadi harapannya dengan dengan teknologi mobile bisa memecahkan masalah tersebut namun tetap patuh pada aturan Bank Indonesia," jelasnya.
Sementara itu, Dedi Irawan, GM Channel Management Sales & Distribution Axis menambahkan, dalam kolaborasi ini Axis berperan dari sisi dukungan jaringan seluler. Dimana 400 ribu pelanggan Axis di Bali bisa menggunakan layanan mobile banking ini.
"Area Bali Lombok Axis sudah mengcover sekitar 80%, dan kita akan perluas ekspansi di beberapa wilayah di mana layanan Bank Sinar berada. Target kita 2012-2013 bali sudah kita cover seluruhnya," imbuh Dedi.
Cikal bakal layanan Sinar Sip ini sendiri bermula ketika Axis mendapat grant dari Bill & Mellinda Gates Foundation sebesar USD 250 ribu pada 2009 lalu untuk pengembangan mikro finance di rural area.
Awalnya, dana tersebut akan digunakan untuk membangun branchless banking, namun urung dilaksanakan lantaran regulasi belum siap. Hingga akhirnya diputuskan untuk memilih mobile banking untuk implementasi dari grant yang dikucurkan pendiri Microsoft tersebut.
Dalam pelaksanaannya, Axis sendiri berkolaborasi dengan IFC. Dimana anggota kelompok Bank Dunia itu memberi dukungan untuk penunjukkan bank yang dipilih, training, benchmark dengan negara lain dan persiapan lainnya.
Hingga akhirnya terpilih lah Bank Mandiri yang merupakan induk usaha Bank Sinar dengan 140 ribu nasabah dan dianggap cukup fokus dalam pengembangan UKM di Pulau Dewata.
(ash/rns)