Riset bertajuk 'Porn-Induced Sexual Dysfunction is a Growing Problem' ini diterbitkan di jurnal bergengsi, Psychology Today. Akses berlebihan terhadap film dan gambar porno membuat banyak lelaki muda di usia 20-an tahun tidak peka dan tidak tertarik lagi dengan hubungan seks biasa di dunia nyata.
Ya, mereka pun menjadi kehilangan libido. Hal ini disebabkan pornografi online yang diakses berulangkali membuat stimulasi berlebihan pada dopamine, saraf yang mengaktifkan reaksi tubuh tehadap kenikmatan seks.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kata-kata erotis, gambar dan video telah ada sejak lama, namun internet memungkinkan aliran dopamine yang tidak berhenti," kata Marnia Robinson, salah satu peneliti yang dikutip detikINET dari DailyMail, Senin (24/10/2011).
Menurut dia, respon pada dopamine di beberapa penggemar pornografi online sungguh rendah. Akibatnya, mereka tidak bisa ereksi tanpa terus menerus melihat pornografi online. Hal inipun berdampak buruk terhadap performa mereka di atas ranjang.
Robinson menyatakan, bisa saja penggemar porno kembali pulih dan perkasa. Syaratnya, mereka harus mengurangi atau sama sekali tidak mengakses pornografi di dunia maya.
(fyk/eno)