Padahal, upaya-upaya telah dilakukan Google untuk menyedot perhatian pengguna internet dan 'mencuri' anggota Facebook. Misalnya, membuat Google+ terbatas alias hanya bisa dipakai pada pengguna yang mendapat undangan saja sebelum akhirnya dibuka untuk umum. Kemudian, sejumlah game populer juga dihadirkan untuk mendongkrak trafik ke situs mereka.
Memang, pada hari 'dibukanya' Google untuk umum, trafiknya melonjak gila-gilaan hingga 1.200%. Akan tetapi hal itu tidak bertahan lama karena setelahnya trafik Google+ menurun sebanyak 60%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bunyi laporan tersebut bertentangan dengan apa yang dikatakan CEO Google, Eric Schmidt bahwa produknya telah memiliki sejumlah perbedaan dan keunggulan. "Kami memiliki kontrol privasi yang lebih baik," ujar Schmidt seperti yang dikutip detikINET dari DailyMail, Selasa (11/10/2011).
Meski Google+ memiliki perbedaan dibandingkan Facebook, yakni bagian 'hangout' dan tombol +1 di hasil pencarian Google, namun dengan persamaannya yang lebih banyak, ia diprediksi akan ditinggalkan banyak penggunanya.
(sha/wsh)