Jobs memang seorang visioner yang pada masa kepemimpinannya membawa Apple mencetak berbagai gadget revolusioner. Sebut saja iPod, iPhone dan komputer tablet iPad.
"Steve Jobs telah mengubah hidup manusia dengan visi yang dia miliki, risiko yang dia ambil, produk yang dia desain dan industri yang diguncangnya," kala Bill Gross, CEO Idealab, sebuah perusahaan yang mendanai start up teknologi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia seperti Michelangelo di zaman digital. Dia juga seorang pembicara bisnis yang paling berwawasan. Sampai hari ini, salah satu pelajaran paling berharga di bisnis bagi saya adalah dengan mendengarkan dia berbicara di panggung," kata CEO LinkedIn, Jeff Weiner.
Jobs yang seorang penganut Buddha, mengubah peruntungan Apple ketika kembali bergabung di tahun 1997. Hasilnya saat ini, Apple adalah salah satu perusahaan paling bernilai di Amerika Serikat, setara atau bahkan lebh tinggi dari perusahaan minyak Exxon.
"Dia dikeluarkan dari bayinya (Apple-red) dan kembali dan tidak hanya menyelamatkan perusahaan, dia pada dasarnya mengubah bagaimana dunia menggunakan teknologi," kata Mark Cuban, entrepreneur teknologi dan pemilik klub basket Dallas Mavericks.
Bahkan para pesaing pun memuji Apple. Seperti Eric Schmidt, chairman Google, yang menyebut Jobs sebagai CEO paling sukses di Amerika Serikat dalam 25 tahun terakhir.
"Dia mengkombinasikan dengan unik sentuhan seorang artis dan visi teknik untuk membangun sebuah perusahaan luar biasa, dia salah satu pemimpin Amerika terbesar dalam sejarah," tukas Scmidht yang dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (25/8/2011).
Pada dasarnya, hampir semuanya sepakat pensiunnya Jobs sebagai sebuah kerugian bagi industri. Seperti dikatakan oleh Jeff Clavier, investor terkemuka di Silicon Valley, pusat industri teknologi Amerika Serikat.
"Jutaan dari kita merasa seperti yatim piatu tanpa kepemimpinan Jobs, yang punya begitu banyak pengaruh dalam hal teknologi dan desain. Saya berharap yang terbaik untuk dia dan keluarganya," kata Jeff.
(fyk/rns)