"Kemarin banyak peminat dari kalangan pemerintahan. Tapi sayang sudah terpenuhi sebanyak 40 orang," papar Gana Arditya Mulia, Kabid Humas APJII Yogyakarta, saat berbincang dengan detikINET di Phoneix Hotel, Jumat (22/7/2011).
Karena jumlah standar peserta workshop yang hanya dibatasi 40 orang tersebut, Gana mengatakan bahwa nantinya bakal ada workshop lanjutan yang khusus diadakan bagi instansi pemerintah. Karena instansi pemerintah memegang peranan cukup penting dalam industri ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mau mencoba cari jadwal dan koordinasi lagi dengan APNIC. Habis lebaran paling cepat September. Tapi tempatnya bukan di Jogja. Mungkin Surabaya atau Denpasar," imbuhnya.
Workshop di Kota Gudeg ini digagas Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia DIY (APJII DIY) bekerjasama dengan APJII pusat dan Asia Pacific Network Information Center (APNIC).
APNIC adalah institusi yang menangani parameter protokol internet, seperti ruang alamat IP, dan Domain Name System (DNS) di kawasan Asia Pacific dan Australia yang berkantor di South Brisbane, Australia.
Workshop ini diikuti oleh beberapa pelaku bisnis jaringan internet. Diantaranya 70% dari provider telco atau operator, 20% dari institusi pendidikan, 10% dari umum. Dari sisi geografis, 57% peserta dari Jogja dan 43% dari luar Jogja.
(fw/rns)